Ketua PWI Nilai ‘No Komennya’ Rahman Bakal Jadi Bumerang

METRO  – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Kota Metro menilai tidak berkomentarnya Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Metro dalam menanggapi persoalan atas pernyataannya yang menyebut kontraktor kelistrikan di Bumi Sai Wawai tidak ada yang berminat mengambil proyek PJU sejumlah Jembatan di Metro bakal jadi bumerang.

Hal tersebut disampaikan Ketua PWI Kota Metro Abdul Wahab menyikapi ‘No Komennya’ Kabid Pengairan DPUTR Surahman, ST. saat awak media mencoba melakukan konfirmasi atas informasi tersebut.

Menanggapi terkait penolakan dan enggannya Surahman berkomentar saat dikonfirmasi wartawan, Ketua PWI Kota Metro Abdul Wahab mengatakan, seharusnya Rahman bisa memberikan informasi yang apa adanya kepada wartawan terkait masalah itu agar publik tahu sesungguhnya pekerjaan dimaksud.

“Harusnya Rahman jangan menghindar dengan media. Wartawan kan memang sudah tugas mereka memfollowupnya. Dia kan selaku KPA. Tapi kalau Rahman tak mau berkomentar tidak apa apa, itu hak dia. Justru jika Rahman enggan kometar dan menghindar dari media itu bakal jadi bumerang bagi dia, dan akan menimbulkan atau mengundang pertanyaan publik,” kata Wahab, Rabu (21/11/2018)

Sebelumnya, ketika sejumlah awak media mencoba mengkonfirmasi Surahman usai kegiatan Sosialisasi peraturan Perpres No.16 Tahun 2018, tentang pengadaan barang atau jasa pemerintah, sekira pukul 15.30 WIB, di LEC Kartikatama Metro dirinya mengaku lelah.

“Sepertinya saya sudah cukup memberikan komentar tentang masalah PJU tahun 2017. Saya sudah dua kali dikonfirmasi. Sepertinya itu cukup,” ucap Rahman.

Ketika di tanyakan tentang temuan baru dari CV. Mahaka yang bermasalah di tahun 2016, dirinya enggan berkomentar dan kembali mengaku lelah.

“Sudah cukup mas, saya lelah,” tambahnya.

Dirinya pun mengalihkan media untuk mengkonfirmasi lain pihak, karena menurutnya dua kali konfirmasi itu sudah cukup.

“Terserah mau kemana, langsung ke Kadis juga enggak apa-apa. Yang jelas saya sudah cukup memberikan komentar. Sekarang saya sudah lelah,” katanya.

Ketidaksediaan Surahman menanggapi persoalan tersebut pun menjadi polemik baru, sejumlah Kotraktor Kelistrikan Di Lampung geram dengan pernyataannya. Kini Kotraktor Kelistrikan Di Lampung yang memiliki perwakilan di Metro melontarkan ketidakpuasannya lantaran tak dapat menjumpai Kepala Bidang Pengairan tersebut ketika mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Rabu (21/11/2018) siang.

Diketahui, kedatangan para kontraktor kelistrikan tersebut hanya untuk mempertanyakan prosedur dan mekanisme dalam melakukan penunjukan langsung terhadap CV. Mahaka Elektrik yang dinyatakan Surahman, bahwasannya pekerjaan itu tidak ada yang berminat. (Arby)