Diduga Bermasalah,� KPK-Kejati Cek Randis Bupati-Wabub Lamtim Rp 2,6 M
LAMPUNG TIMUR -� Tim penyidik Kejati Lampung dan tim KPK menyambangi Lampung Timur. Turunnya tim digadang-gadang untuk mengumpulkan alat bukti tambahan atau untuk mengecek dua Randis bupati dan wakil bupati tahun pengadaan� 2016.
Selasa (28/06/19) siang sekitar pukul 11.00� WIB mereka tiba di gedung UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Timur.
Ketua tim Penyidik Kejati Lampung Andrie, mengatakan, kedatangannya� bersama dengan tim dari KPK� ke kabupaten itu guna melakukan penyidikan dan pemeriksaan terhadap dua Randis� senilai Rp2,6 miliar.
�Dua kendaraan dinas itu kita lakukan pengecekan fisik untuk mengumpulkan data tambahan,� ujar Andre.
Sebelumnya, tim dari Kejati juga pernah melakukan cek fisik pada dua Randis tersebut. Saat itu penyidik Kejati didampingi tim dari BPK.
Diketahui, pengadaan dua Randis tersebut senilai Rp 2,6 miliar, tepatnya di bulan Februari� 2016, dengan jenis kendaraan satu unit� Land Cruser Prado, untuk bupati, dan jenis Toyota� Herier untuk Randis wakil.
�Saat ini kami melakukan pemeriksaan kembali guna melengkapi bukti � bukti tambahan atas pemeriksaan yang telah kami lakukan sebelumnya,� terang Andre.
Dikatakannya, saat tim penyidik masih terus melakukan pengembangan, meskipun telah beberapa kali melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan bukti-bukti yang ada.
�Saat ini kita lakukan lagi hanya untuk melengkapi bukti pendukung saja.
Kita lihat saja perkembangannya, karena kita sudah kumpulkan bukti-bukti yang di anggap penting,� tambahnya.
Untuk diketahui, pada Rabu, (24/10/2018) lalu, tim Pidsus dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung bersama BPK RI telah melakukan pengecekan terhadap dua Randis Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur di gedung UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Timur.
Saat itu Firdaus yang bertindak selaku Kordinator Bidang Pidsus Kejati Lampung� guna melakukan penyidikan dan pemeriksaan terkait Randis bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur tahun anggaran 2016 yang senilai Rp 2,6 miliar. (fer)