LAMPUNG – Kericuhan yang mengakibatkan pertumpahan darah diprediksi akan terus terjadi di kawasan Register 45 Mesuji. Itu jika akar penyebab masalah tak segera diselesaikan oleh pemerintah daerah.

Lalu apa akar masalahnya? Mantan Staf Ahli Bidang Pertanahan dan Agraria Kapolda Lampung, H. Darussalam, SH mengatakan pemicu keriduhan di Register 45 Mesuji telah terjadi beberapa tahun  lalu.

Penyebabnya, kata Darussalam, adalah adanya kecemburuan sosial warga terhadap pengelolaan lahan Register 45 Kabupaten Mesuji.

“Warga merasa berhak pula memanfaatkan lahan tersebut, kenapa hanya perusahaan swasta,” katanya.

Kawasan tersebut,  kata dia, telah diserahkan pengelolaannya kepada Inhutani. Namun, Inhutani kemudian bekerjasasama dengan perusahaan besar Lampung mengelola lahan Register 45 jadi perkebunan singkong.

Darussalam menuturkan, ketika ia menjadi staf ahli Kapolda Lampung Jendral Pol. Ike Edwin, tahun 2016, ia sempat membahas seringnya terjadi bentrok antarwarga di kawasan register tersebut dengan pihak Pemprov Lampung dan Kabupaten Mesuji.

Dari penyelusurannya, akar permasalahan sering terjadinya bentrok antarwarga akibat dipicu penguasaan lahan karena adanya kecemburuan sosial dari warga terhadap perusahaan besar yang menguasai lahan-lahan tersebut.

Untuk mengatasinyanya, menurut Darussalam, Departeman Kehutanan harus mengosongkan lebih duhulu kawasan Register 45, termasuk dari Inhutan. Karena, dengan penyerahan pengelolaan kepada perkebunan swasta, terjadi kecemburuan sosial.

Dia tahu simpul-simpul untuk meredam konflik ini agar tak terus-menerus jadi bara dan bom waktu. “Saya prihatin seringnya terjadi pertumbahan darah memerebutkan lahan Register 45 tersebut,” tandasnya.

Seperti diketahui, Rabu siang (17/7), bentrok berdarah antarwarga terjadi lagi memerebutkan lahan 0,5 Ha Register 45 Mesuji, Provinsi Lampung. Empat orang meninggal dunia dan beberapa orang lainnya luka-luka.

Kapolres Mesuji, AKBp Edi S. Mengatakan, hingga sejauh ini sudah berangsur kondusif. Dan masyarakat mulai beraktivitas seperti biasa. Namun begitu, Polri dan TNI masih berjaga-jaga di sekitar lokasi. (rmc)