Danrem: Jika Kualitas TMMD Buruk, TNI Akan Malu

TEKANKAN KUALITAS. Foto bersama Danrem, Dansat Brimob, Kajari dan Ketua Persit.

KRUI – Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD)  ke 100 diadakan di Pekon Ulok Mukti Pesisir Barat (Pesibar). Acara dihadiri Dansat Brimob Lampung Kombes Donyar, Danrem 043 Gatam Kolonel Hadi Basuki, Kajari Lambar, Ketua Persit Kartika Candra Kirana 043 Gatam.

Kegiatan yang dananya mencapai Rp800 jutaini dibuka langsung oleh Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal yang juga sekaligus sebagai inspektur upacara TMMD.

Dalam sambutanya bupati berharap kiranya warga Ulok Mukti menjalin kerjasama dengan personil TMMD.

Usai melakukan upacara dilakukan pemeriksaan kesiapan TNI dan penyerahan alat kerja kepada Polisi, TNI dan masyarakat. Dilanjutkan dengan pemaparan kegiatan oleh Kapten Suroto Danramil 0422 Pesisir Selatan dihadapan Danrem, Bupati, Dansa Brimob dan Dadim 0422 LB.
Acara dilanjutkan dengan meninjau sunatan masal kepada 30 anak kurang mampu yang berasal dari kecamatan Ngambur.

Kepada wartawan Danrem 043 Gatam  mengaku pihaknya memberikan apresiasi kepada masyarakat Pesibar dan jajaran pemerintahanya terhadap antusiasnya dalam menyambut kedatangan personil TMMD.

Dikatakanya TMMD adalah program pemerintah pusat, kalau ada keinginan TMMD tahun depan tetap dilaksanakan di Pesibar tentunya tergantung  dari pusat.

“Saya sangat mengapreasiasi keinginan masyarakat Ngambur terhadap kenginannya yakni agar TMMD tetap di Ngambur di tahun depan, keinginan itu kami akomodir,” terang Kolonel Hadi Basuki seraya berharap pekerjaan yang dilakukan personil TMMD berkualitas baik.

Dirinya tidak ingin mendengar TNI cibiran dari masyarakat Ulok Mukti hanya disebabkan pekerjaan TMMD kualitasnya jelek kata dia. Bagi kami saat pengerjaan fisik jajarannya tidak mengenal namanya kendala,sebab kendala  kami anggap sebagai tantangan,”ujar Danrem.

Sementara itu saat diminta tanggapan tentang TMMD Bupati Pesibar mengungkapakan pekerjaan yang dilakukan
TMMD adalah proyek idaman masyarakat karena TNI, Polri berasal dari masyarakat.

Hal yang hampir sama juga diungkapkan Piddinuri, Ketua DPRD Pesibar. Diakuinya dengan masuknya TMMD ke negerinya Saibatin dan Para Ulama ini tentunya hal yang sangat baik dan menguntungkan.

“DPRD Pesibar sangat percaya dan mendukung kegiatan yang dilakukan oleh TNI melalui TMMD. Selain pembangunan fisik jembatan yang menghubungkan Ulok Mukti-Bumi Ratu dengan oanjang 1,6 meter, lebar 10 meter juga dilakukan pembangunan non fisik.

Di kesempatan itu diberikan beberapa alat kerja kepada perwakilan TNI, Polisi dan masyarakat oleh bupati serta pemberian bibit kelapa dan benih padi oleh Danrem 043 Gatam. Dilanjutkan denga acara penanaman pohon durian, mangga, saoh,lengkeng.

Hadir pada pembukaan TMMD ke-100 tersebut tikoh masyarakat, adat dan tokoh pemuda setempat. Dilanjutkan dengan peninjauan lokasi pembuatan jembatan yang menghubungkan Ulok Mukti dan pekon Bumi Ratu.

“Kami berharap TNI ada upaya kerjasama dengan Pemkab Pesibar untuk membuka jalan tembus Suoh Lampung Barat dengan Ulok Mukti, kecamatan,Ngambur, Pesibar,” pungkasnya. (Agustiawan)