Catatan Buruk RTH Taman Merdeka Metro, Bau Pesing Hingga Tarif Parkir Gila

METRO –  Ruang Terbuka Hijau (RTH) harusnya memiliki fungsiekologi sebagai paru-paru Kota dengan banyaknya tanaman hijau yang dapat menyerap kadar karbondioksida (CO2), menambah oksigen, menurunkan suhu dengan keteduhan dan kesejukan tanaman, menjadi area resapan air, serta meredam kebisingan, kini tak lagi di dapatkan di Kota Metro.

Taman Merdeka Kota Metro sedianya juga dibuat untuk menghasilkan manfaat di atas. Tapi dalam kenyataannya, Taman kebanggan warga Metro ini tak lagi sesuai fungsi.  Saat ini, ratusan pedagang tumplek memadati taman. Keberadaannya pun tanpa melihat aspek kebersihan, keindahan dan kelancaran arus lalu lintas.

Potret tersebut menjadi catatan buruk pengelolaan kawasan RTH di Bumi Sai Wawai. Pemerintah Kota Metro diminta tegas dalam menangani persoalan Taman Merdeka yang setiap tahun tak kunjung terselesaikan.

Selain itu, keluhan demi keluhan juga tersirat dari pengunjung dan pengendara yang melintasi Taman Merdeka. Sutrisno, pengunjung asal Kec. Pekalongan Kab. Lampung Timur misalnya. Ia mengeluhkan kebenaran fasilitas yang kurang mendukung dan dugaan pungli di Taman Merdeka.

“Sebenarnya nggak masalah sih kalau rame begini. Yang masalah itu kalau banyak sampah begini. Kalau masukan dari kami, ya di bersihin lah WC umum nya. Jadi nggak bau pesing dan sesuailah sama bayarnya. Kalau mau buang air kecil di masjid kan kurang sopan etikanya. Sama parkirnya tolong dinas terkait di evaluasi. Jangan mentang-mentang Lebaran lalu ditarik Rp5 ribu untuk parkir motor,” keluhnya, Rabu (20/6).

Selain Sutrisno, sebagian pengendara juga mengeluhkan keberadaan parkir yang diduga liar di sepanjang bahu jalan ZA Pagaralam. Tidak hanya itu, keberadaan odong-odong yang lebih banyak dari biasanya juga menjadi penyumbang ketersendatan arus lalu lintas.

“Harus dibenahi, kami mohon Pak Walikota untuk tegas lah tangani persoalan ini, benar-benar biar tidak ada lagi oknum-oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk merauk keuntungan tanpa melihat lingkungan di sekitarnya. Coba lihat saja ini, warga mau lewat saja susah apalagi pak Walikota yang rumah dinasnya tepat di depan taman. Dan juga jalanan ini bisa bau pesing gini kan pasti ada sebabnya. Yang saya heran, kok ya pada betah pejabatnya dan terkesan membiarkan ini selama bertahun-tahun sampai taman keliatan kumuh begini,” keluh Junaidi Warga Kel. Metro Kec. Metro Pusat.

Menanggapi keluhan warga tersebut, anggota Komisi II DPRD Kota Metro Alizar meminta peran serta masyarakat dan legislatif untuk mengawasi dan mendukung penertiban di kawasan RTH Taman Merdeka.

“Iya kalau taman merdeka kan sudah Jelas di depan mata, karena lokasinya tepat di depan rumdis Walikota dan ketua DPRD. Seharus nya semua baik, jangan terkesan dibiarkan, karena menjaga kenyamanan dan keamanan di kawasan RTH Taman Merdeka menjadi tanggung jawab bersama baik excecutive maupun legislatif. Saat ini lagi musim pengunjung, dan itu harus di jaga, kalaupun taman merdeka dipaksakan menjadi kawasan wisata keluarga seharusnya cepat di tata agar tidak kumuh, dan permasalahan setiap tahun nya segera terselesaikan, dan ini butuh dukungan semua pihak termasuk warga masyarakat Metro,” ucapnya.

Selain itu, Alizar juga menyoroti adanya dugaan pungli di Taman Merdeka selama musim lebaran. Dalam waktu dekat pihaknya akan meminta dinas terkait mengevaluasi SK pengelolaan parkir di lingkungan Taman Merdeka.

“Ada berapa titik kantong parkir di taman merdeka dan ada betapa orang yang memegang SK Parkir. Ini tugas dishub melalui UPT perparkiran untuk mengevaluasi kantong parkir di taman merdeka, berapa setoran mereka. Melanggar atau tidak lokasi parkir nya, karena kita lihat di lapangan parkir itu semau-mau dan tidak melihat aspek kelancaran arus lalu lintas. Ini yang harus di tata oleh dinas terkait, jangan sampai ini terus menjadi catatan buruk perparkiran di Kota Metro,” tandasnya. (Arby)