BANDAR LAMPUNG – Antrian panjang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Bandar Lampung setelah muncul rumor kenaikan harga BBM oleh pemerintah di awal bulan April 2026 ini.

Antrian itu kemudian memicu kemacetan kendaraan di sejumlah ruas jalan. Seperti di salah satu SPBU di Kecamatan Tanjung Senang, jumlah kendaraan yang antri tak tertampung luas areal SPBU hingga memicu kemacetan.

Hal serupa juga terjadi di sejumlah SPBU di beberapa titik seperti di Jalan Soekarbo-Hatta Bypass, dan banyak lainnya.

“Isunya besok mau naik (harga BBM,Red). Jadi buru-buru ngisi walau bensin masih ada setengah tangki,” kata Jihan, warga Waykandis.

Sementara Pertamina (Persero) meluruskan informasi yang beredar di media sosial soal proyeksi kenaikan harga BBM nonsubsidi. Pertamina menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai perubahan harga BBM.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan informasi tersebut bukanlah berasal dari Pertamina dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujar Baron dilansir detikcom, Senin. (30/3/2026).

Baron mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Ia bilang bagi masyarakat ingin mengetahui perkembangan harga BBM, masyarakat dapat mengakses saluran resmi perusahaan yakni www.pertamina.com

“Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com. Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,” terang Baron.

Sebagai informasi, di media sosial, netizen ramai memperbincangkan adanya informasi yang menyebutkan harga BBM mulai 1 April 2026 bakal naik.

Dalam postingan salah satu akun media sosial X yang memposting soal data proyeksi harga BBM non subsidi pada 1 April 2026 menyebutkan harga BBM jenis Pertamax pada April sebesar Rp 17.000 per liter.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan harga BBM tidak akan mengalami kenaikan.

Prasetyo menyatakan sudah ada koordinasi antara pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina atas petunjuk Presiden Prabowo Subianto. Koordinasi itu dilakukan agar setiap keputusan bisa diambil mengedepankan kepentingan masyarakat luas.

Hasilnya, Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga BBM

Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin, dan harga tidak terjadi penyesuaian,” tegas Prasetyo. (ilo/detik)