LAMPUNG – Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur.
Salah satu upayanya adalah dengan dukungan dua helikopter water bombing dan 20 alat pemadam kebakaran (alkon) atau pompa air.
Hal itu disampaikan dalam rakor penanggulangan karhutla di Sumatera dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara daring bersama Forkopimda Lampung, Senin (24/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melaporkan masih ada sekitar 100,7 hektare lahan yang terbakar. Selain itu, 79 titik panas (hotspot) masih terpantau di wilayah Lampung.
Prabowo kemudian meminta penanganan kebakaran dipercepat. Dukungan pemadaman dari udara dan darat pun disiapkan. Dua helikopter water bombing akan dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran dari udara.
Satu helikopter didatangkan dari Palembang, Sumatera Selatan. Sementara satu helikopter lainnya digeser dari Jawa Timur menuju Lampung.
Prabowo sempat menanyakan dua helikopter tambahan tersebut cukup untuk menangani karhutla yang masih terjadi.
“Dengan dua heli water bombing, menurut Anda cukup atau tidak?” tanya Prabowo.
“Tidak cukup,” jawab Mirza.
Mendengar jawaban tersebut, Prabowo meminta dukungan helikopter ditambah. Bantuan udara diperlukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.
Prabowo juga meminta Tim Alfa TNI dikerahkan ke kawasan TNWK untuk membantu penanganan titik api.
“Tim Alfa bisa digerakkan ke TNWK. Saya minta titik apinya segera dipadamkan di situ,” ujar Prabowo.
Selain dukungan udara, Prabowo memerintahkan penambahan peralatan pemadaman di darat. Mirza menyampaikan kebutuhan pompa air untuk menjangkau lokasi kebakaran yang jauh dari kanal.
“Pompa air perlu untuk yang jauh dari kanal, Pak Presiden,” kata Mirza.
Prabowo kemudian menanyakan jumlah pompa yang dibutuhkan.
“Berapa yang Anda perlu?” tanya Prabowo.
“10, Pak Presiden,” jawab Mirza.
Prabowo justru meminta jumlah pompa yang dikirim ditambah menjadi dua kali lipat.
“Iya, bagus. Saya kirim 20,” kata Prabowo.
Puluhan alkon tersebut nantinya akan digunakan untuk menyuplai air ke lokasi yang sulit dijangkau. Selain pompa, pemerintah juga menyiapkan flexible tank dan selang pemadam portabel.
Hingga kini tercatat luasan kawasan yang terbakar mencapai 774,14 hektare.
Tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Balai TN Way Kambas, Pemkab Lampung Timur, dan relawan, masih siaga di titik yang terbakar.
Kepala Balai TN Way Kambas, MHD Zaidi menyatakan ada dua lokasi yang terbakar, yakni di Resort Kuala Penet dan Desa Braja Luhur. Adapun luas lahan yang terbakar di Reort Kuala Penet tercatat 673,4 hektare dan di Desa Braja Luhur mencapai 100,74 hektare.
(Detik)


















