BANDAR LAMPUNG – Ketua Dewan Penasehat KADIN Provinsi Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie menyarankan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mencopot pejabat yang dinilai tak cakap.
Hal itu disinggung Alzier menyorot
Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 yang melorot jauh dari target. PAD yang semula ditargetkan Rp4,22 triliun hanya tercapai Rp3,37 triliun atau 79,95% saja hingga 31 Desember lalu.
Dan jika dibandingkan perolehan PAD tahun 2024 di angka Rp4.047.411.125.763,44 maka yang didulang selama 2025 kemarin jeblok berat. Karena justru turun sekitar Rp710 miliaran.
“Saya minta Gubernur Rahmad Mirzani Djausal, untuk mencopot para pejabat yang tidak potensi dan profesional dalam membantu langkah langkah kebijakan gubernur.”
“Rasanya prihatin Gubernur sudah 100 langkahnya, tapi para pejabat ini baru 5 atau 10 langkah. Hanya Sekdaprov Marindo Kurniawan yang pontang panting sendiri,” katanya.
Menurut Alzier, Gubernur Mirzani Djausal tidak boleh ada rasa Ewuh Pakewuh dengan Asisten/Kadis yang lelet tersebut.
“Harus ganti wae dengan SDM-SDM yang potensial dan mempunyai kualitas.
Biar Lampung cepat maju dan berubah di berbagai lini dan sektor yeww..!!!” Katanya
Sebelumnya Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung, Slamet Riadi, mengakui bahwa target PAD Provinsi Lampung tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp4,22 triliun lebih, namun hingga penutupan tahun anggaran pada 31 Desember 2025 lalu, realisasinya baru mencapai Rp3,37 triliun lebih atau 79,95 persen
Karena ini, Pemerintah Provinsi Lampung resmi menerapkan kebijakan tunda bayar pada penghujung tahun anggaran 2025.
Keputusan ini menjadi perhatian publik karena berdampak pada sejumlah kegiatan dan kewajiban keuangan daerah.
“Secara umum, capaian PAD kita masih berada di bawah target. Beberapa sektor tumbuh positif, namun sektor yang menjadi tulang punggung seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) justru mengalami penurunan signifikan,” ujar Slamet Riadi saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu (3/1/2025). (*)


















