Pemprov Lampung dan Kemenag RI Gelar Workshop untuk Calon Petugas Kesehatan Haji

BANDAR LAMPUNG —Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Kesehatan RI menggelar Seminar Nasional dan Workshop Kesehatan Haji, di Balai Keratun, Komplek Perkantoran Gubernur Lampung, Minggu (7/10/2018). Seminar ini sekaligus meningkatkan wawasan calon Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) dan bertujuan memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan yang sebaik-baiknya bagi jamaah haji sehingga jamaah haji dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran Agama Islam.

Seminar dibuka Pj. Sekdaprov Lampung Hamartoni Ahadis mewakili Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo. “Pemerintah Provinsi Lampung sangat memperhatikan proses penyelenggaraan ibadah haji di bidang kesehatan. Berbagai hal dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan para calon PKHI,” ujar Hamartoni.


Salah satu perhatian Pemprov itu diadakannya Seminar Kesehatan Haji dan penyelenggaran Asosiasi Kesehatan Haji Indonesia (AKHI) yang merupakan salah satu mitra pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan para calon PKHI,” ujar Hamartoni.

Lebih lanjut, Hamartoni menjelaskan bahwa pemerintah melalui jajaran Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung telah melaksanakan isthitoah kesehatan haji dan mengikuti Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Haji.
“Penetapan Isthitoah kesehatan haji bagi calon jamaah haji merupakan salah satu ikhtiar dalam rangka memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan terhadap jamaah haji baik sebelum berangkat, saat dalam perjalanan saat di Arab Saudi dan saat dalam perjalanan kembali ke Indonesia, yang tentunya diharapkan akan sangat memberikan pengaruh terhadap penurunan angka jamaah yang mengalami gangguan kesehatan bahkan angka kematian jamaah haji,” tambah Hamartoni.

Sementara itu, Sri Aryanti selaku ketua pelaksana pada acara tersebut menjelaskan Seminar Nasional dan Workshop Kesehatan Haji ini bertujuan menciptakan PKHI yang syar’i, sigap, handal, amanah, responsif dan inovatif.

Apabila pelaksanaan kesehatan memiliki permasalahan dengan berbagai karakteristik yang berbeda, maka permasalahan tersebut harus diselesaikan sejak persiapan di Indonesia sampai tiba di Arab Saudi. Dengan demikian pelaksanaan fungsi pembinaan, pelayanan dan perlindungan bidang kesehatan terhadap Jamaah Haji Indonesia bisa dilaksanakan dengan baik.

Pada kesempatan tersebut, Zam Zanariah selaku Ketua AKHI Provinsi Lampung memberikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang telah memberikan dukungan atas terlaksananya penyelenggaraan AKHI. “Ini sangat luar biasa support yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah terhadap Asosiasi Kesehatan Haji,” ujarnya.
Zanariah juga menjelaskan bahwa AKHI telah melakukan berbagai program untuk mendukung suksesnya pelaksanaan haji, antara lain pembuatan buku AKHI yang berisikan tips-tips kesehatan haji bagi jamaah, melaksanakan kegiatan pelatihan dan pembinaan petugas haji, melakukan bakti sosial penyuluhan dan pendampingan jamaah haji di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), penyuluhan di 54 kloter waktu keberangkatan jamaah di Islamic Center.

Dalam acara tersebut, Eka Jusuf Singka selaku Kepala Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI juga menjelaskan bahwa jumlah jamaah haji Indonesia cukup besar, yakni sebanyak 221000 jamaah haji (dua ratus dua puluh satu ribu) dengan kondisi yang bervariasi, dan yang beresiko tinggi dtercatat 67 persen yakni sekitar 134000 jamaah haji (seratus tiga puluh empat ribu).

“Jadi kita harus menyiapkan jamaah haji itu dengan baik, dikarenakan 221000 jamaah haji tersebut berangkat ke Arab Saudi dengan kondisi dan situasi yang sangat mempengaruhi kesehatannya, oleh karena itu kita harus mempersiapkan strategi bagaimana menyelamatkan jamaah haji ini,” ujar Eka dalam sambutannya.

Selain itu, Eka juga menyebutkan bahwa AKHI Provinsi Lampung termasuk yang terbaik dalam melayani jamaah. “AKHI yang dibentukpun sangat komit, dan ini merupakan organisasi non-government yang tidak ada kepentingan apa-apa dan tidak ada tendensi apa-apa selain menyiapkan petugas dan jamaah haji dengan baik,” ujarnya. (adv)