Matangkan Pembangunan Dry Port di Way Kanan

BANDARLAMPUNG – Pemprov Lampung mematangkan perencanaan pembangunan dry port di Way Kanan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Way Kanan dan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (IPC) Cabang Panjang. Pematangan perencanaan itu dilakukan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang direncanakan pada pekan pertama Bulan Oktober 2018 mendatang.

“Kita siapkan untuk pelaksanaan FGD Pembangunan Dry Port di Way Kanan yang rencanakan pelaksanaan FGD nya dilaksanakan di Bandar Lampung. Karena kita tahu bersama keberadaan Dry Port ini sebenarnya sangat kita harapkan untuk memacu pertumbuhan pembangunan industri di Provinsi Lampung khususnya kawasan industri yang ada di Way Kanan,” ujar Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat saat memimpin rapat Pembahasan Persiapan Pelaksanaan FGD Pembangunan Dry Port di Way Kanan, di IPC Cabang Panjang.

Taufik mengatakan pembangunan Dry Port sendiri dimana hasil-hasil industri yang ada di Wilayah Kabupaten Way Kanan dan sekitarnya untuk kemudian diangkut melalui Kereta Api menuju pelabuhan panjang. “Tentunya ini harapan kita, karena nantinya pengembangan industri di wilayah tersebut sangat didukung dengan adanya jalur transportasi kereta api yang diharapkan juga kedepan akan berkembang menjadj double track. Sehingga dengan adanya Dry Port ini maka akan lebih memudahkan memberikan fasilitas kepada kawasan industri yang akan dibangun di wilayah itu,” katanya.

Apalagi, menurut Taufik di Wilayah Way Kanan cukup banyak unggulan produk hasil pertanian yang perlu diolah sebelum diangkut ke wilayah lain melalui Pelabuhan Panjang. “Di sana cukup dominan pabrik karet, sawit. Sebelum diangkut ke Pelabuhan Panjang melalui kereta api, tentunya perlu dikemas dan diolah di Dry Port ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan rencana pembangunan Dry Port dimulai tahun 2013. Saat itu, Pemprov Lampung melakukan kajian Feasibility Study (FS), lalu dilanjutkan dengan Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2014.

“Ini yang menjadi dasar bagi kita untuk merealisasikan Dry Port ini. Tetapi ada juga masukan-masukan lain mengenai lokasi lahan, dan topografi lokasi yang katanya perlu ada koreksi. Untuk itu nantinya perlu masukan juga terhadap upaya untuk bagaimana memaksimalkan Dry Port ini untuk dapat berkembang dan optimal,” katanya.

Di tempat yang sama, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Way Kanan, Kussarwono mengatakan lokasi rencana pembangunan Dry Port tersebut merupakan hibah lahan dari Pemprov Lampung dengan luas 20 Ha.

Pemkab Way Kanan siap melayani pelaksanaan pembangunan Dry Port tersebut. “Kami sudah siap apabila untuk melayani pelaksanaan Dry Port nantinya terkait beberapa produk dari wilayah Way Kanan. Kami akan lakukan pelebaran jalan dan juga peningkatan struktur jalan, sehingga bisa dimanfaatkan oleh kendaraan yang mempunyai tonase berat,” ujarnya.

Sementara itu, dijelaskan Deputi General Manager IPC Cabang Panjang, Syaifuddin J. Tanjung bahwa dengan adanya Dry Port tersebut, diharapkan dapat mengakomodir industri yang ada di sekitar Provinsi Lampung, salah satunya di Way Kanan.

Tujuannya agar mampu memudahkan distribusi barang ke Pelabuhan Panjang. “Diharapkan dengan adanya Dry Port ini, seluruh packaging, dan lainnya telah selesai semua dapat diangkut langsung ke pelabuhan panjang. Untuk pemilihan pembangunan di wilayah Way Kanan sendiri berdasarkan rencana induk yang mungkin diajukan dari Kabupaten Way Kanan itu sendiri,” katanya.(rls)