Nyalon Bupati, Eddy Minta Restu PWI

METRO – Bupati bukan tujuan utama. Ungkapan itulah yang disampaikan Eddylaw saat membukan obrolan bersama pengurus dan anggota dalam kunjungannya ke PWI Kota Metro terkait wacananya maju sebagai Calon Bupati Lampung Timur (Lamtim), Senin (9/9/2019) siang.

Pengacara kondang ini mengaku, kemenangan dalam Pilkada Lamtim 2020 mendatang bukan menjadi tujuan mutlak. Namun dirinya ingin memberikan pembelajaran atau edukasi politik yang beretika, awarness yang bermoral tanpa money politik serta embel- embel yang berbau penyesatan politik.

“Saya ini pengajar (Akademisi). Jadi saya ingin memberikan pelajaran sistem politik yang baik kepada masyarakat agar masyarakat tahu. Merubah paradigma, karena selama ini kalau cost politik itu mahal. Dan sistem ini yang ingin saya terapkan saat berjuang di Pilkada Lamtim. Walaupun tidak menang, minimal saya punya amal ibadah sebagai pengajar dengan mengajarkan sistem politik yang baik,” ucapnya saat bertandang ke Kantor PWI Metro.

Karenanya, lanjut dia, pengacara yang kerap mendampingi artis ibu kota ini memilih maju dari jalur perseorangan. Agar tidak terbeban dengan cost politik partai yang biasanya membebani calon yang diusung. Kendati begitu, jika ada partai yang menariknya, Edy mengaku siap asalkan sejalan dengan program kerja dan visi misi dirinya.

“Kalau partai yang meminta tentu saya pertimbangkan. Dengan catatan partai tidak membrangus visi dan misi saya untuk merubah paradigma masyarakat Lampung Timur dan tetap kepada pro program pro rakyat,” katanya.

Kesempatan tersebut ia pun menyampaikan berbagai program unggulan yang akan diterapkan jika ia terpilih sebagai pemimpin di Lamtim. Di tahun pertama, kata dia, memperbaiki dan pemerataan infrastruktur jalan tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten harus terealisasi.

“Perbaikan infrastruktur ini program prioritas. Program kedua adalah mengeluarkan surat kepada seluruh pejabat agar tidak menerima atau meminta apapun terkait proyek infrastruktur. Yang berbau seperti itu haram hukumnya jika saya menjadi bupati,” tegasnya.

Kemudian meningkatkan kesejahteraan RT, Honorer, tenaga kesehatan, penjaga makam, guru ngaji, dan tenaga pendidik serta kepada yang lainnya yang dianggap dapat ikut andil dalam pencapaian visi misinya. Serta Babinsa dan Babinkhantibmas juga pengawas sekolah itu juga dipandang penting dari sisi kesejahteraan.

“Program unggulan yang lainnya adalah membangun SDM dan sistem sistem pemerintahan yang baik dan jujur. Jangan gadaikan nasib kita kepada seorang pemimpin karena nominal yang tidak seberapa. Satu periode bukan waktu yang singkat. Akibat suara yang sudah dibeli, masyarakat tidak punya kekuatan untuk menagih janji,” imbuhnya.

Terlepas dari visi dan misi, Eddylaw mengulas alasanya maju sebagai calon bupati Lamtim. Dimana dorongan kuat dari tokoh masyarakat menjadi magnet yang menarik Eddylaw berani mengemban amanah maju sebagai calon Bupati Lamtim.

“Sebenarnya permintaan ini sudah sejak setahun yang lalu. Tetapi karena saya belum merasa siap, akhirnya saya memutuskan untuk hijrah terlebih dahulu ke Jakarta. Dan tahun ini permintaan itu kembali disampaikan para tokoh-tokoh. Terlebih saya memang putra asli Lampung Timur. Jadi saya putuskan untuk ikut membangun tanah kelahiran saya,” tukasnya. (Arby)