Bawaslu Metro Preteli Belasan APK Jokowi di Angkot

METRO – Menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, tim gabungan yang dipimpin Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Metro melakukan penertiban terhadap Alat Peraga Kampanye (APK) yang terpasang di sejumlah kendaraan umum seperti angkutan kota (Angkot), Senin (24/12/2018).

Dalam operasi penertiban tersebut, sedikitnya belasan APK calon Presiden maupun legislatif yang akan bertarung pada pemilu serentak pada April 2019 mendatang dipreteli..

Ketua Bawaslu Kota Metro, Mujib menyebut, sedikitnya petugas menertibkan 19 angkutan umum yang memasang atribut kampanye. Mayoritas diantaranya adalah atribut kampanye bergambar calon presiden nomor urut 01, Ir. Joko Widodo.

“Sesuai dengan hasil raker beberapa waktu lalu, hari ini kita melakukan penertiban terhadap branding atau stiker yang ada di angkutan umum. Sampai saat ini kita sudah melakukan penertiban kurang lebih 19 angkot yang di pasang stiker. Yang terbanyak stiker Jokowi di lsusul dengan branding caleg asal partai Demokrat. Untuk caleg demokrat sampai 5 stiker, dan untuk pak Jokowi ini ada banyak sekitar kurang lebih 10, dan pasangan lain tidak ada,” jelas Mujib.

Bawaslu yang dibantu Sat Pol PP dan Polri membagi operasi tersebut menjadi Dua Tim. Tim pertama melakukan penertiban di Terminal Kota, sementara Tim kedua di Terminal Induk Mulyojati 16C Metro Barat.

“Para supir tidak keberatan saat stiker calon mereka diminta lepas. Para supir ini mengaku dapat stiker rata-rata dari relawan. Dan kami menghimbau kepada pengusaha angkutan umum maupun para supir kiranya untuk tidak lagi memasang APK dalam bentuk apapun di angkutan umum,” ucap Mujib.

Sementara itu, supir angkot trayek kota mengaku pasrah saat APK calon yang didukungnya dilucuti petugas. Ia juga mendukung penertiban APK jelang natal dan tahun baru 2019 tersebut, namun dirinya berharap petugas dapat berlaku adil dan melakukan penertiban.

“Kit sangat dukung, malah mobil kita bagus kok kalo dicopot semua gini. Ini kan di pasang karena gak enak ada orang minta tolong di tempel disini, nanti kalo tidak boleh takutnya ada apa-apa sama kita. Ya kita minta semuanya dicopot lah biar adil,” pungkas Hasan (52) saat diwawacara media dihadapan petugas. (Arby)