Salut buat AKBP Bobby Marpaung

SAYA ini paling malas jika harus memuji kinerja polisi. Walaupun harus memuji, mungkin hanya kinerja Densus 88 yang sering saya apresiasi.

Mengapa ? Karena kebetulan saya memiliki sahabat yang bergabung di tim elit guna memberantas terorisme tersebut. Harus diakui kinerjanya diatas nalar akal saya. Dimana sahabat ini rela tidak pulang berbulan-bulan dan tidak bertemu anak dan istri hanya untuk mengabdi pada negara. Bahkan pernah, baru saja sampai di rumah, lantas pergi lagi karena tugas memanggil. Hasil kinerjanyapun bisa dirasakan. Buktinya bukan hanya saya yang memuji. Untuk mengatasi masalah terorisme, negara ini sangat terkenal dan diakui seluruh dunia.

Tapi kini saya harus sportif memuji kinerja polisi. Khususnya terhadap sosok pribadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung AKBP Bobby Marpaung. Dimana yang bersangkutan “berani” mengungkap keganjilan kasus penangkapan tersangka narkoba atas nama Michael Mulyadi (34).

Sebelumnya, pelaku ditangkap aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung di kamar nomor 322 Hotel Amalia, Bandarlampung, Minggu, 28 Januari 2018. Dari penggerebekan diamankan berbagai narkoba dalam jumlah tidak sedikit. Antara lain, satu plastik sabu, satu plastik berisi kristal sabu, satu plastic besar berisi ganja, satu plastik berisi bubuk bahan ineks warna oranye.

Lalu satu plastik penuh berisi ineks, satu plastik berisi serbuk diduga putaw, delapan butir obat Dumolid, 3 butir Camlet Aprazolam, 3 butir Cefat, 2 butir Semidril, 8 butir Actazolam Aprazolam. Selain narkoba, polisi menyita alat hisap sabu, uang tunai Rp70 juta dan satu unit mobil Pajero warna putih BE 888 MC.

Sayangnya justru begitu dilimpahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, tersangka malah “dilepaskan”. Bahkan awalnya Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Komisaris Besar M Abrar Tuntalanai menjelaskan jika jumlah barang bukti yang ada hanya sedikit. Yaitu berupa sisa pakai sabu, ekstasi beberapa butir dan lintingan ganja sisa pakai.

Tentunya butuh keberanian didiri AKBP Bobby Marpaung guna mengungkap “keganjilan” penanganan kasus narkoba ini. Bahkan harus “berseberangan” dengan rekannya yang pangkatnya justru lebih tinggi.

“Selamat AKBP Bobby Marpaung. Tetaplah menjadi polisi yang profesional, efektif, efisien, dan modern. Junjung tinggi integritas dan etika. Jangan jadi polisi yang labil, mudah goyah dan terombang-ambing dalam gelombang godaan.”

Saya pun berdoa semoga banyak polisi lain yang bisa meniru anda. Sehingga bisa mewujudkan kepercayaan diri dan kebanggaan sebagai seorang polisi, yang kemudian dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat sebagai polisi yang berwibawa, dihargai dan dicintai rakyat.(wassalam)