Pemimpin Jawa yang Sangat Lampung

SELAMA ini pikiran saya sangat kerdil. Khususnya mensikapi adanya pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Masih timbul sifat ego. Bahwa di zaman reformasi dan otonomi seperti saat ini, Provinsi Lampung atau Kabupaten/Kota se-Lampung saya menilai harus di pimpin oleh seorang putra daerah. Yakni asli keturunan Suku Lampung.

Namun kini sifat kerdil saya perlahan berubah. Berawal saat putri pertama saya menunjukkan sebuah buku berjudul “Hanggum Nihan Bebahasa Lampung”. Buku yang diperuntukan untuk siswa SMP/MTS atas sederajat.

Mulanya saya cuek saja. Sambil bermalas-malasan saya pun melihat sampul buku tersebut. Dan kekagetan saya dimulai saat membaca nama pengarangnya. Tertulis nama Warsiyem. Dia merupakan putri pertama pasangan Ngatijan dan Ibu Wiji.

Spontan saya kaget. Sejak kapan ada orang suku Lampung mengambil nama Warsiyem. Saya pun lantas bertanya dengan putri saya. Dari mana asal suku sang pengarang buku tersebut. Dan dijawab bersuku Jawa.

Jujur, mendengar ini saya sangat merasa malu. Saya saja yang mengaku orang Lampung kurang paham dengan Bahasa Lampung. Lebih dengan budaya Lampung. Namun seseorang yang bernama Warsiyem yang berasal dari suku Jawa ternyata sangat mahir berbahasa Lampung. Bahkan bisa mengarang buku pula.

Karenanya sejak saat ini, saya memutuskan untuk menghilangkan sifat primitif saya. Mulai sekarang saya berpikir siapapun boleh untuk menjadi pemimpin di Lampung. Baik dari suku Jawa, Batak, Bugis, atau berbagai suku lainnya di Indonesia. Yang penting tekadnya untuk benar-benar membangun Provinsi Lampung atau Kabupaten/Kota di Lampung.

Dari pada memilih pemimpin yang berasal dari suku Lampung, namun justru tidak mengedepankan nilai-nilai budaya Lampung. Pemimpin yang hanya sibuk memperkaya diri sendiri dengan membangun villa dan kolam pemancingan pribadi misalnya.

Sementara pembangunan di Lampung atau di Kabupaten/Kota di Lampung justru semakin terpuruk. Tertinggal dengan provinsi lain atau Kabupaten/Kota lainnya yang dulu justru awalnya sangat jauh terpuruk pembangunan dan kesejahteraan masyarakatnya dari Provinsi atau Kabupaten/Kota yang ada di Lampung.(wassalam)