Marak Share Berita Culik Anak, Pengamat: Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

TUBABA – Maraknya share berita penculikan anak-anak, jangan lantas membuat masyarakat selalu penuh prasangka. Begitu kata praktisi hukum Tulangbawang Barat (Tubaba),Sodri Helmi S.H,M.H.

Ia menghimbau kepada warga agar tidak mudah terprovokasi akan isu penculikan anak. Menurut dia, banyak warga dengan begitu mudah menbagikan berita tanpa croschek terlebih dahulu fakta yang sebenarnya.

“Masyarakat saat ini mesti berhati-hati untuk membroadcast informasi yang belum dicrosschek kebenarannya sehingga tidak turut mengirimkan berita hoax,” katanya.

Mudahnya akses media sosial saat ini, kata Sodri, baiknya digunakan secara bijak sehingga tidak banyak menimbulkan asusmsi negatif di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Masyarakat yang menerima informasi harus menelaah dan mengcroschek kebenaran setiap informasi bukan langsung share saja,” jelasnya.

Terkait adanya penangkapan ibu lusuh oleh kedua warga Tiyuh Panaragan kemarin Senin,29/10 yang diduga oelh masyarakat sebagai penculik anak menimbulkan banyak stigma negatif di masyarakat lalu kemudian menimbulkan asumsi yang berlebihan sehingga setiap orang tidak waras berpakaian lusuh dianggap sebagai spesialis penculikan anak-anak padahal tidak semua demikian.
Lanjut Sodri, mengambil manfaat positif dari kejadian ini bahwa sebagai orang tua harus lebih baik lagi dalam mengawasi dan memonitor perkembangan anak-anak kita.

“Biarkan anak-anak kita bermain dengan aman dan nyaman tapi tetap dalam pengawasan orang tua agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap anak-anak. Hentikan penyebaran Hoax dengan menelaah, mencermati dan mengcroschek setiap informasi yang kita terima,” terangnya. (Jaz)