Wajah Lama Puncaki 20 Besar Seleksi Bawaslu

BANDARLAMPUNG – Seleksi calon anggota Bawaslu Provinsi Lampung digelar di UPT Pusat Komputer Universitas Lampung (Unila), Rabu (9/8) pagi. Hasilnya, dari 61 peserta yang ikut seleksi, 20 besar diantaranya masih didominasi wajah-wajah lama.

Dari hasil tes berbasis Computer Asissted Test (CAT), urutan terbaik langsung bisa dilihat dari komputer peserta. Peringkat pertama diduduki Fauzi Heri. Ketua KPU Bandar Lampung ini meraih nilai terbaik, 63,33. Kemudian peringkat kedua adalah mantan Ketua Panwaslu Kota Bandar Lampung, Ade Asy’ari yang meraih nilai 58,67.
Sementara dua komisioner Bawaslu Lampung, Ali Sidik di peringkat ketiga dengan nilai 56, 87 dan Fatikhatul Khoiriah di peringkat ke lima dengan nilai 54,00.

Sementara mantan Komisioner KPU Bandar Lampung 2008- 2014, Ridwan A. Sakur di peringkat ke empat. Nama lain yang duduk di 20 besar, yakni Iskardo P Anggar, (KPU Way Kanan) dan lainnya.

Diketahui, seleksi calon anggota Bawaslu Provinsi Lampung mulai digelar di UPT Pusat Komputer Unila, Rabu (9/8) pagi. Puluhan peserta mengikuti tes berbasis Computer Asissted Test (CAT).
Selain Tim Seleksi (Timsel) Calon Bawaslu Lampung dan jajaran sekretariat, tes diawasi langsung Tim Assisment dari Perwakilan Bawaslu RI yang dipimpin Tantowi Djauhari didampingi Chairul Tri dan Nunu Nugraha.

“Kami dari sekretariat ikut mengawal dan mengawasi proses pelaksanaan CAT. Dengan tes ini diharapkan calon yang lolos benar benar memiliki kapasitas di bidang kepemiluan dan pengawasan,” kata Kasubag Hukum, Humas dan Hubungan Antar Lembaga (Hubla) Bawaslu Lampung, Indra Darmawan.

Tes CAT tersebut dibagi dua sesi yakni sesi pertama dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan 31 orang peserta dan sesi kedua dimulai pada pukul 12.00 WIB dengan 31 orang peserta. Hasil tes CAT tersebut nantinya bisa langsung dilihat pada komputer masing-masing peserta calon anggota Bawaslu Lampung.

“Pelaksanaan CAT ini baru pertama dilaksanakan dalam seleksi Bawaslu Lampung. Tes ini dilakukan secara transparan, jujur dan adil,” kata Tantowi Djauhari.(red)