Siap Ungkap Politik Uang Cagub Arinal, Bunda Eva Minta Polisi Lindungi Barlian Mansyur

BANDARLAMPUNG – Keputusan Politisi Senior Partai Golkar Berlian Mansyur mundur dari kepengurusan, merupakan indikasi politik uang memang benar terjadi di Pilgub Lampung. Hal ini ditegaskan Politisi PDI-Perjuangan Eva Dwiana, Sabtu (7/7).

Menurut Eva, setelah terbentukya Pansus Politik Uang DPRD Provinsi Lampung, Berlian diharapkan bisa memberikan kesaksian dan bukti dugaan politik uang yang dilakukan Paslon Arinal-Nunik.

“Insyaallah bukti dan keterangan Pak Berlian Mansyur, dugaan politik uang dapat diungkap,” tegas Bunda Eva sebagaimana dilansir biinar.com.

Bunda Eva melanjutkan, aparat penegak hukum seperti polisi diharapkan memberikan perlindungan bagi para saksi yang berperan aktif mengungkap kasus politik uang yang telah menciderai demokrasi di Lampung. Termasuk Barlian Mansyur. “Aparat penegak hukum harus memberikan perlindungan,” katanya.

Eva Dwiana menambahkan, gejolak penolakan masyarakat pada hasil Pilgub yang terjadi menyeluruh di setiap daerah, merupakan upaya menuntut terciptanya politik yang bersih di Lampung. Bukan tidak legowo menerima hasil Pilgub.

“Kami bersama tiga Paslon lain bukan tidak menerima hasil Pilgub. Namun ini menyangkut kesakralan Pilgub Lampung yang telah ternoda politik uang. Agar kedepan politik uang tidak terjadi lagi,” tutupnya.

Sementara, politisi senior Berlian Mansyur menegaskan saat pelaksanaan Pilgub Lampung, dia dapat perintah tidak wajar dari Ketua DPD Partai Golkar Lampung. Namun dia belum bersedia merinci apa perintah tak wajar tersebut.

“Ini fakta, saya dapat intruksi tidak wajar yang bertentangan hati nurani saya baik melalui pesan Whats Up atau sambungan telpon. Sebentar lagi saya ungkap. Agar masyarakat tahu yang sebenarnya yang menyebabkan Arinal menang di Pilgub Lampung. Padahal secara nalar itu mustahil, sebab di TPS-nya saja dia kalah,” papar Berlian.

Andai keputusan mundur dari kepengurusan Partai Golkar Lampung akan berdampak buruk pada karir politiknya, Barlian tidak takut. “Jika ingin PAW saya jangan lama-lama, saya tunggu. Saya sudah siap resiko terburuk yang akan saya terima,” tutup anggota DPRD Kota Bandarlampung tersebut. (red/net)