Pilgub Lampung Dinilai Curang, Ridho-Herman HN-Mustafa Diminta Tak Menyerah

BANDARLAMPUNG – Menang dan kalah dalam pilkada adalah hal yang biasa. Kecuali menang dengan cara curang dan kalah karena dicurangi secara sistematis dan masif.

“Pilgub Lampung adalah sebuah contoh nyata dimana kecurangan dalam bentuk politik uang terjadi secara masif di hari tenang, betapa luas nya peredaran politik uang sementara Bawaslu, Polda dan jajarannya justru tidak mampu mencegah, entah dimana Bawaslu dan Polda jajarannya ketika peristiwa politik uang tersebut terjadi,” ujar Rakhmat Husein DC, Kordinator Koalisi Rakyat Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB).

Menurut Rakhmat Husein kini ketika muncul pemenang hasil kecurangan. Tapi Bawaslu malah masih sibuk memeriksa laporan politik uang yg disampaikan warga. Bawaslu justru belum mampu membangun sebuah pemahaman hukum tentang desain besar kecurangan tersebut. Mereka terkesan masih terjebak di penanganan kasus per kasus politik uang dan belum sampai di titik pemahaman bahwa kasus politik uang tersebut adalah sebuah bentuk konspirasi kecurangan yg disusun secara masif, terstruktur, dan sistematis.

“Padahal persaingan politik pilkada Lampung akan indah dan sehat andai kata Bawaslu dan Polisi mampu menekan, mencegah, menghambat, dan menutup sumber uang haram politik tersebut sebelum beredar dan tidak seperti sekarang, semua ribut soal politik uang setelah politik uang terjadi, berhentilah pura-pura sibuk dan  minta waktu mengusut kasus politik uang tersebut, bangun kesepahaman dan telaah hukum bahwa politik uang ini sebuah desain besar kecurangan dan vonisnya hanya *diskualifikasi paslon pelaku politik uang,* jika tidak maka para pengawas pemilukada akan menanggung beban kesusahan hidup rakyat Lampung 5 tahun ke depan, segala sesuatu yang dihasilkan dari cara yang tidak baik tidak akan pernah di terima oleh langit dan bumi,” tutur Rakhmat Husein DC.

Pada kesempatan ini dia pun berharap  agar tim pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Lampung, Ridho Ficardo-Bachtiar, Herman HN-Sutono, dan Mustafa-Jajuli untuk tidak mudah menyerah terhadap adanya praktek kecurangan dalam Pilgub tersebut. “Ini demi masa depan Provinsi Lampung kedepan,” tutupnya. (red)