Nitizen Minta TS Ketuk Hati Herman HN Soal Tukin ASN Macet 13 Bulan

BANDARLAMPUNG –Walikota Bandarlampung, Herman HN diminta bersikap jujur mensikapi nasib Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot yang harus gigit jari lantaran tunjangan kinerja (tukin) tidak terbayar 13 bulan. Hal ini diungkapkan para nitizen yang aktif di media sosial (medsos). Seperti ditulis akun facebook Gunawan Handoko.

“Kalau nggak bisa bayar ya berterus terang, minta keikhlasannya para ASN,” tulis Gunawan Handoko.

Begitupula akun facebook yang menamakan Himalson Soni. “Ya harus ditanggapi kepala dingin. Apalagi itu hak yang harus dibayarkan. Semua harus bisa menerima jika itu memang ada kesalahan gak perlu di besar besarkan. Mari kita ciptakan suasana yang adem,” tulisnya.

Begitu pula akun Ummu Nisa. “Kalo ada issue begini, ya silahkan pak Herman jawab benar atau tidaknya. Pemberi info jangan di intimidasi dong. Siapa aja boleh kan menyuarakan. Silahkan pak Herman yang jawab. Buat para tim sukses (TS) silahkan sampaikan sama pak Herman kalo ini untuk kebaikan beliau juga.

Akun Irmawan Awan bicara hal senada. “Iya itu semua demi kebaikan para calon. Lebih baik bangkit oleh kritik dari pada hancur karena pujian.terimakasih.”

Akun facebook Abdi Balam juga mengkritisi masalah serupa.

“Ini sebenarnya sudah lama angkat di medsos dari tahun kemarin dan orang-orang terdekat pak wali juga udah saya Tag termasuk protokolnya. Jawaban mereka minta bersabar. Kalo ada yang kenal dengan Rahmat Husen ketua tim pemenangan Herman HN silahkan tanya ini fakta apa hoax ???  Yang masih penasaran silahkan main ke pemkot tanya sama semua pegawai Pemkot tentang tukin ini ???  Hemmm… ngapain dianggarkan dalam APBD kalo gak di bayar ? Ini masalah sudah dua  tahun anggaran. Herannya insentif RT dan Babin terbayar. Artinya kami PNS ini dipandang sebelah mata.,’tulisnya.

Seperti diberitakan usaha ASN agar tukin dibayar Pemkot Bandarlampung menemui jalan buntu. Pasalnya Pemkot justru lebih memilih melunasi insentif ketua RT, kepala lingkungan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk triwulan ke empat yakni Oktober, November, Desember 2017. Anggaran sekitar hampir Rp11 miliar yang dibayarkan oleh Wali Kota BandarLampung, Herman HN di Gedung Semergou Pemkot setempat, Selasa (16/1/2018).

“Sesuai janji saya Januari saya bayar, triwulan ke empat 2017, tidak ada lagi tunggakan. Ya hampir Rp11 miliar,” kata Herman sebagaimana dikutip dari lampost.co.

Tentu saja kebijakan Herman HN mendapat cibiran dari jajarannya. “Harusnya Pak Wali juga bisa memperioritaskan pembayaran tukin kami yang tahun 2017 macet 6 bulan. Dan tahun 2016 juga macet 7 bulan. Tapi seperti harapan kami akan hilang lagi,” tutur salahsatu ASN Pemkot Bandarlampung yang menolak namanya disebutkan.

Menurutnya, sakit sekali menjadi ASN di lingkungan Pemkot Bandarlampung. “Kami mengerti mengapa insentif RT, Kepala Lingkungan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa dibayar. Biasalah ini politik buat pilkada. Tapi tolong juga tukin kami dibayarkan. Karena tukin sangat berguna untuk kebutuhan sehari-hari. Mungkin bagi Pak Wali, jumlah tidak seberapa. Tapi bagi kami berguna. Tapi mau gimana lagi, kami hanya bisa pasrah. Biar Allah SWT yang membalas,” tuturnya lagi.

Seperti diberitakan nasib malang ASN Bandarlampung seiring tidak terbayar tukin oleh Walikota Herman HN, tak hanya mendapat simpati ASN se- Lampung. Di media sosial (medsos) Facebook ramai membahas. Rata-rata mereka menyesalkan mengapa bisa terjadi.

Seperti yang tertulis dalam akun Fb Tuti Sriwahyuni. “Mosok udah ada FLY OVER, TUKIN bisa macet sampai 6 bulan…

Lalu, Akun Fb Abdi Balam.

“……….. dan sekarang 6 bulan th 2017 bakal gak dibayar jg ??? Parah Banget !!! #Miris #Nyesek dengan apa yang kami alami sebagai pegawai Pemkot Bandar Lampung! Biar Semua pada tau !
“Silahkan bapak tanya dengan PNS Pemkot bandar lampung di seluruh dinas atau satker, di kecamatan, dan di kelurahan… Semoga ini bisa jadi pencerahan.. mohon bantuan nya media… kami sudah gerah sebagai PNS,” pesannya kepada wartawan koran ini.

Selanjutnya, akun Komar Zamas. “Gimana geh mau jadi gubernur tukin pegawai aja nggak kebayar..

Akun Gunawan Handoko pun menuliskan hal yang sama. “Tukin itu hak bagi para ASN dan tidak ada alasan bagi Pemerintah Kota untuk menunda-nunda pembayarannya. Jangan karena ASN nggak berani protes karena takut sanksi, lantas diperlakukan semena-mena.
Sungguh ini potret buram yang bukan hanya memilukan, tapi juga memalukan. Mengapa yg dikorbankan justru para ASN yg nota bene pengelola aset Negara.

Untuk diketahui ASN sebelumnya berharap pada Herman HN. Mereka mohon Herman yang juga Calon Gubernur Lampung mencairkan tukin yang belum terbayar selama enam bulan.

“Jujur saja dana tukin ini sangat bermanfaat bagi kami. Saya ingin sekali mengajak keluarga untuk liburan menyambut tahun baru 2018 mendatang. Tapi kalau tidak cair, semua hanya mimpi. Karenanya saya berharap Walikota, Herman HN memiliki rasa iba kepada kami untuk membayar tukin,” tutur salahsatu ASN Pemkot Bandarlampung yang ditemui wartawan koran ini, Rabu (27/12) tahun lalu.

Dijelaskannya dia bersama ASN lain merasa iri mendengar  insentif RT,  Kepala Lingkungan dan lainnya cair. Karenanya dia mohon Herman dapat menerapkan kebijakan sama dengan mencairkan tukin terhadap ASN Pemkot yang belum terbayar selama enam bulan terakhir.

“Sekali lagi, tukin ini sangat bermanfaat bagi kami semua. Ada yang ingin berlibur, ada yang untuk membayar biaya sekolah, cicilan kendaraan atau memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk itu dari hati yang paling dalam, kami ingin mengetuk hati bapak Herman HN agar segera membayar tukin kami. Mengingat tutup buku anggaran tahun 2017 segera berakhir,” mohonnya kembali.

Macetnya pembayaran tukin para ASN Pemkot hingga enam bulan ini sendiri mendapat simpati ASN. Mereka menyesalkan mengapa peristiwa ini bisa terjadi. Pasalnya bagaimanapun anggaran tukin sangat dibutuhkan para ASN dalam menghadapi himpitan ekonomi.

“Astagfirullah. Kok bisa tukin enam bulan belum cair. Gila ini mah. Kasihan benar nasib pegawai Bandarlampung. Kami saja pegawai di Pemprov Lampung cair semua,” tutur Yn, salahsatu pegawai Pemprov Lampung, Jumat (8/12).

Hal senada diungkapkan Ed, pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel). Dia menyatakan keprihatinan mengapa pembayaran tukin tersebut bisa tidak cair hingga enam bulan. Padahal angggaran tukin ini sangat dibutuhkan para ASN dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. Terutama dalam rangka menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018. “Waduh tukin kok macet. Pantas saja banyak yang hijrah (pindah pegawai, red),” terang Ed.(red)