Massa Desak Polda Ungkap Aktor Intelektual Pembunuh Sopir Bupati Lampura

BANDAR LAMPUNG – Massa massa yang tergabung di Lembaga Peduli Tragedi Kemanusiaan dan Pelanggaran HAM minta Polda Lampung menuntaskan dan menetapkan tersangka aktor intelektual pembunuh sopir Bupati Lampung Utara (Lampura), Agung Ilmu Mangkunegara, almarhum Yogi Andika.

“Kami siap mengawal dan memberi support Kapolda Lampung beserta jajarannya agar cepat membuka tabir misteri terkait dalang dan aktor dalam penganiayaan berujung pembunuhan itu,” kata Korlap Aksi yang juga merupakan Direktur Lentera Lampung, Muharis Wijaya, saat menggelar aksi di Depan Kantor DPRD Lampung, Rabu (4/7).

Sementara, Ketua DPD KNPI Lampung Utara, Muhammad Arifin mengatakan bahwa pihaknya siap membantu dan konsolidasi dengan seluruh elemen untuk mengawal kasus tersebut.

”Aksi Jalan kaki Menuju lstana Negara” yang akan dilakukan ibunda dan keluarga alm. Yogi andika untuk menemui Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo, Mabes Pom, dan Komnas HAM untuk meminta keadilan serta mendorong penegakkan supremasi hukum bagi rakyat kecil,” ujarnya.

“Sebagai rasa solidaritas, kemanusiaan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, kami juga mengajak dan mengimbau seluruh elemen masyarakat baik dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, mahasiswa, LSM, ormas dan media untuk terus memberikan perhatian terhadap kasus pembunuhan almarhum Yogi Andika,” jelasnya lagi.

Setelah memberikan pernyataan sikap, selanjutnya perwakilan massa melakukan audiensi dengan Komisi I DPRD Lampung di ruang rapat sidang komisi DPRD Lampung. Wakil Ketua Komisi I Nerozely Agung Putra berjanji terus mendorong penyelesaian kasus tersebut.

“Kita bakal mengawal kasus ini dan memberikan waktu ke penyidik Polda selama satu bulan untuk mengungkap para tersangka,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu pula, keluarga korban, yang diwakili kakak perempuan kandung Yogi, mengungkapkan jika sebelum meninggal, Alm. Yogi membeberkan para pelaku penganiayaan dirinya, yakni Arnold, Bowo, Andri dan Andi.

“Saya sudah capek diginiin terus, karena ini tidak selesai-selesai. Lampung ini seolah tidak ada rasa ketidakadilan tak berpihak sama orang miskin. Kami juga hanya meminta aparat kepolisian mengungkap tuntas kasus ini,” pungkasnya. (net)