Dokter yang Aktivis

BANYAK yang kurang tahu jika dr. Zam Zanariah, Sp.S.M.Kes adalah seorang aktivis sejak kuliah hingga kini. Bahkan dokter spesialis syaraf pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeloek di Provinsi Lampung serta beberapa RS swasta di Lampung ini, tercatat sebagai tokoh Presidium FORHATI Lampung dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lampung.

 

“Saya mulai berorganisasi sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Bahkan pernah menjadi ketua OSIS. Sebagai alumunus SMAN 1 Teluk Betung, saya punya hobi pada hal yang berkaitan organisasi dan kepemimpinan. Inilah bekal yang membawa saya bergabung sebagai aktivis di Fakultas Kedokteran UNDIP dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang. Mungkin sebagian dari kita berpikir bagaimana bisa seorang mahasiswa kedokteran dengan berbagai aktivitas dan mata kuliah yang padat dan berat bisa menjadi aktivis di organisasi intra dan ekstra kampus? Ya, itulah yang saya jalani,” terang Zam Zanariah sebagaimana dikutip dari website kahmilampung.or.id.

Dikatakan Zam Zanariah menjadi dokter tidaklah sulit. Tapi yang sulit adalah masuk ke fakultas kedokteran karena biaya pendidikannya mahal dan proses pendidikannya yang berat.
“Dengan tekad yang kuat dan kemauan pantang menyerah, dan tidak lupa berdoa kepada Allah SWT, Insya Allah beratnya kuliah di fakultas kedokteran bisa terlewati,” ujarnya memberi motivasi.
dr. Zam, sendiri dikenal sosok dokter yang ramah dan paling digemari oleh pasiennya. Bagi Zam merawat pasien bukan hanya berbicara tentang tanggung-jawabnya sebagai seorang dokter. Tapi juga hubungan tentang hak dan kewajiban dokter dan pasien.

“Oleh karena itu, sangatlah penting memperlakukan pasien itu dengan penuh cinta. Dengan penuh cinta itulah bentuk pengabdian seorang dokter dapat terlihat,” tuturnya lagi.(net)