Dipolisikan Hina Ulama, Massa Desak Zainudin Hasan Dipenjara

BANDARLAMPUNG – Mulutmu Harimaumu. Kosakata ini agaknya paling tepat untuk menggambarkan nasib Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Zainudin Hasan. Ini menyusul pidato Ketua DPW PAN Provinsi Lampung tersebut pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di daerah setempat. Dimana Warga Nahdlatul Ulama (NU) menilai bahwa pidatonya telah menyudutkan dan menghina Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr. KH, Aqil Siradj.

“Apa yang dilakukan saudara Zainudin Hasan telah menghina ulama dan merendahkan simbol warga NU,” tegas Khaidir Bujung, anggota Forum Penegak Kehormatan Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Lampung saat menyampaikan aspirasi di Mapolda Lampung bersama ratusan massa lainnya.

Karenanya Ketua Dewan Kerja Wilayah (DKW) GARDA Bangsa Lampung ini pun meminta penyidik Polda Lampung segera memproses masalah ini. Bahkan melakukan penahanan terhadap Zainudin Hasan.

“Kasus ini sudah kami laporkan ke Polda Lampung. Terserah Zainudin Hasan ingin bilang apa dan melakukan bantahan. Yang pasti kami menilai apa yang dilakukannya merupakann bentuk ujaran kebencian, penghinaan, menghasut serta merendahkan simbol NU dan para ulama kami,” tegas anggota DPRD Provinsi Lampung ini.

Pada kesempatan ini, Khaidir Bujung berharap semua warga NU tetap tenang dan tidak terpancing provokasi. Tetap gunakan jalur konsititusional dalam menyampaikan segala aspirasi dan tuntutan. Jangan sekali-kali berbuat anarkhis yang justru nantinya dapat menimbulkan masalah baru yang akan dimanfaatkan berbagai pihak guna mendiskriditkan organisasi maupun citra NU.

“Tugas kita semua sekarang mengawal dan mendesak penyidik Polda Lampung Profesional menangani laporan yang kita sampaikan. Lakukan penahanan segera, sehingga kasus ini bisa menjadi contoh para pejabat atau yang lainnya agar dapat bijaksana menjaga sikap baik lisan ataupun tingkah laku sehingga tidak menyinggung pihak lain. Apalagi ini yang dilecehkan kiay kami, guru kami, ulama kami. Ini benar-benar tidak dapat diterima. Karena proses hukum merupakan satu-satunya jalan yang adil,” tegasnya lagi

Seperti diberitakan pidato Zainuddin Hasan pada peringatan HSN di daerah setempat, berbuntut panjang. Warga Nahdlatul Ulama (NU) mengomentari pedas pidatonya yang dinilai menyudutkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr. KH, Aqil Siradj.

Menurut Sekretaris PWNU Lampung, Aryanto Munawar, pihanya sangat menyesalkan pernyataan yang keluar dari Zainuddin Hasan dalam postingan video youtube yang menjadi viral di masyarakat.

“Andai pernyataan Zainudin Hasan ini benar, maka hal ini merupakan pernyataan yang paling ‘bodoh’ yang pernah disampaikan seorang kepala daerah,” katanya.(red)