Diduga Soal Pemberitaan “Pungli”, Wartawan Dapat Ancaman

MESUJI – Maraknya pemberitaan di media massa terkait dugaan pungutan liar (pungli) di Kabupaten Mesuji membuat salahsatu jurnalis surat kabar harian mendapat telepon dari seseorang yang mengaku berinisial “S”, Rabu (26/7). Kepada redaksi SKH BE1Lampung, jurnalis yang meminta dirahasiakan namanya menduga hal ini dikarenakan pemberitaan soal dugaan pungli yang selama ini terbit.

Menurut pengakuannya, seseorang yang berinisial “S” menghubungi dirinya dan langsung berbicara kasar tanpa menjelaskan duduk perkara atau masalah sebenarnya.

“Assalamualaikum.. Mas “S”, ini Mas “S”, apa sebenarnya mau kamu ke saya, langsung aja mau kamu apa, jangan berbelit-belit, mau kamu apa, gak usah berbeli-belit mau kamu apa,” jelasnya.

Dalam pembicaaraan yang terekam selama 2 menit 41 detik tersebut, dia menilai, bahasa yang dilontarkan inisial “S” sangat kasar dan membuatnya merasa tidak nyaman dan terancam. Atas kejadian itu, dia sedang mempertimbangkan untuk membuat laporan kepada pihak berwajib.

Sebelumnya diberitakan di beberapa media, bahwa dugaan terjadinya pungli di Kabupaten Mesuji telah menjadi sorotan media dan publik. Bupati Mesuji, Khamamik telah menyikapinya dengan memerintahkan inspektorat melakukan langkah-langkah guna memperjelas dugaan terjadinya pungli oleh oknum yang mengatasnamakan dirinya dengan alasan “Nota Dinas”. Respon Bupati ini langsung ditanggapi inspektorat yang akan meminta kehadiran rekanan yang memiliki bukti terkait dugaan pungli setelah mendapatkan data siapa perwakilan rekanan tersebut.

Sayangnya, langkah Bupati Mesuji yang meminta Inspektorat melakukan langkah-langkah mengungkap dugaan pungli mendapat komentar dari netizen. Dalam laman ragamlampung.com yang berjudul “Bupati Perintahkan Inspektorat Dalami Dugaan Setoran Proyek” yang dibagikan ke group Lampung Terkini mendapat tanggapan yang beragam.

Para netizen meminta Bupati agar yang memeriksa dugaan pungli adalah Jaksa, Kepolisian, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengungkapnya. “Jika Inspektorat yang melakukannya tidak mungkin menemui jalan, masih terukur, karena satu institusi dan bawahan Bupati,” ucap akun media sosial SA dan AU.

Ketika dikonfirmasi, Bupati Mesuji, H. Khamamik, S.H., tidak pernah memberikan tanggapan secara langsung terhadap pemberitaan ini.(Red).