Andi Arief Sebut “Cebong-Cebong Istana” Penyebab Marak Teroris

JAKARTA – Muncul perang cuitan antara Ketua Progres 98 Faizal Assegaf dengan Ketua DPP Demokrat Bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Andi Arief. Perang itu dipicu oleh cuitan Andi yang menyebut munculnya terorisme di Indonesia disebabkan oleh ‘cebong-cebong’ Istana.

Meski sudah dihapus, namun rupanya postingan ini sempat tertangkap Faizal. Faizal mempertanyakan mengapa postingan dihapus dan minta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memecat Andi.

“Pak @SBYudhoyono, saya beri wkt 3X24 jam agar yg bersangkutan ditindak tegas, dipecat. Jika tdk, Senin oknum tsb akan kami sertakan dlm daftar aduan ke Polri,” cuit Faizal, Kamis (17/5).

Ancaman Faizal pun langsung ditanggapi oleh Andi Arief. Dalam cuitan balasannya, Andi yang tak membantah menghapus cuitan, mempersilakan Faizal untuk langsung melaporkannya tanpa perlu mengeluarkan ancaman terlebih dahulu.

“Kalau mau ngadu silahkan aja @faisalassegaf, jangan pake ngancem 3X24 jam, udah kayak teroris aja main ancem pake deadline. Dasar cebong dadakan,” cuit Andi, di hari yang sama.

Andi menyebutkan, sikapnya soal terorisme akan tetap tegas. Menurut pendapatnya, akar dari terorisme adalah kebencian dan sikap diskriminatif terhadap agama, tidak hanya Islam tetapi juga agama lain.

“Mulai mau melarang dakwah, harus dilawan. Itu sikap demokratik saya, dari dulu hingga sekarang,” tambah Andi.

“Para cebong menurut saya sudah level over dosis, membuat pertentangan dan kebencian terhadap Islam dalam kasus teroris ini. Harus dihentikan. Kalau Islam saja didiskriditkan, apalagi latar belakang politik lain,” tambahnya.

Ia juga sempat menyinggung soal cuitan Faizal yang meminta agar PKS segera dibubarkan. Sebab, menurut Faizal, dengan membubarkan PKS, maka terorisme di Indonesia akan bisa diberantas.

“Perlu tanggungjawab itu @faisalassegaf sudah bertindak fasis meminta PKS dibubarkan dan menghubungkan dengan terorisme. Emangnya ente siapa?” tanya Andi.

Andi juga mempersilakan bagi siapapun yang merasa tidak cocok dengan cuitannya, untuk melapor tanpa harus mengancam akan menunggu 3×24 jam seperti yang diancamkan Faizal.

“Kita tunggu @faisalassegaf yang dulu berapi-api menggugat kasus transjakarta memenjarakan Jokowi lalu sekarang mingkem,” sindirnya.

Twit-twit itu ditulis ulang oleh Andi Arief dalam tulisan singkat berjudul ‘bahaya cebong dalam kasus terorisme’. Tulisan ini relatif sama dengan twit, yang pada intinya dia menuduh kelompok yang disebutnya cebong menjadi pemicu onar soal terorisme di media sosial.

“Sejak ada cebong-cebong yang selalu nyinyir terhadap Islam, sejak itu pula sosial media menjadi tegang dan kuasa kehilangan ketenangan. Cebong sok ngerti soal terorisme,” ucap Andi kepada sebagaimana dikutip dari kumparan.co.

Sementara soal Faizal Asegaf, merupakan pegiat media sosial dengan followes di twitter sebanyak 11 ribu. Ia dikenal sebagai mantan aktivis mahasiswa 1998. Sebagai Ketua Kongress 98, ia pernah melaporkan Jokowi ke KPK dengan tuduhan gratifikasi di awal pemerintahan Jokowi.

Faizal juga dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh DPP PKS karena cuitannya soal hubungan PKS dengan aksi terorisme.(net)