Pemimpin itu Harusnya Berjiwa Pelayan

LAMPUNG BARAT – Bupati Lampung Barat (Lambar), Mukhlis Basri, berkesempatan melakukan pelantikan bersama beberapa peratin.

Peratin yang dilantik antaralain, Peratin Pekon Sukarame, Peratin Pekon Bahway, Kecamatan Batu Brak, Peratin Pekon Kembahang, Peratin Pekon Kota Besi dan Peratin Pekon Canggu.

Pelantikan dilaksanakan di masing-masing kecamatan  Rabu (15/11/2017) oleh Bupati Mukhlis Basri. Acara juga dihadiri Wakil Bupati Makmur Azhari, Ketua dan anggota DPRD Lambar, Forkompimda, Kepala OPD, Ketua PKK, Ketua Dharma Wanita, Camat serta masyarakat setempat.

“Saya pribadi, atas nama Pemkab Lambar mengucapkan selamat kepada saudara Donal Satria, M.Kes, Gunawan dan Umardani. Juga kepada saudara Takzim sebagai Peratin Pekon Sukarame dan saudara Badri sebagai Peratin Pekon Bahway Kecamatan Balik Bukit, ”  kata Bupati saat memberikan sambutan sekaligus melantik peratin terpilih tahun 2017.

Bupati mengatakan, dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan negara, pemerintah pekon merupakan unsur terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mempunyai kedudukan dan peran yang sangat strategis.

“Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah, pemerintah pekon dituntut untuk lebih aspiratif, kreatif, inovatif dan cepat tanggap terhadap perkembangan situasi dan kondisi dalam kehidupan masyarakat. Pemerintah pekon adalah sebagai salah satu pilar kokohnya penyelenggaraan otonomi daerah. Dalam artian, keberhasilan penyelenggaraan otonomi daerah sangat ditentukan pula oleh keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan pekon,” katanya.

Kemudian, kata Mukhlis, dalam kehidupan masyarakat, sosok peratin merupakan tokoh sentral, sehingga perbuatan, tindakan dan tutur katanya senantiasa akan menjadi teladan bagi masyarakatnya.

“Kewibawaan peratin akan bergantung pada kemampuannya menjaga kepercayaan masyarakat dengan senantiasa menampilkan suri teladan yang baik serta memberikan pelayanan yang setulus-tulusnya pada masyarakat,” ujarnya.

“Sebagai pemimpin pemerintahan, seorang peratin harus tampil menjadi pemimpin yang berjiwa pelayan, bukan pemimpin yang menempatkan dirinya sebagai penguasa. Terlebih dalam iklim politik yang semakin demokratis, kehadiran pemimpin yang berjiwa pelayan menjadi kebutuhan prioritas guna mempercepat proses pembangunan bangsa, daerah dan pekon,” katanya lagi. (Zul)