Mantap, Polri di Tuba Ajak Masyarakat Sholat Subuh Berjamaah di Masjid

TULANGBAWANG –  Kepolisian Resor (Polres) Tulangbawang (Tuba) melalui Bbhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban M (Bhabinkamtibmas) di seluruh Polsek jajaran mengajak seluruh warga masyarakat yang berada di Tiyuh/Kampung binaannya masing-masing untuk beramai-ramai memakmurkan masjid dengan melaksanakan sholat subuh berjamaah.

Kapolres Tulang Bawang AKBP Raswanto Hadiwibowo, SIK, M.Si mengatakan, kegiatan anggota Polri, khususnya Bhabinkamtibmas mengajak warga masyarakat untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid-masjid merupakan perintah langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Prof.H.M.Tito Karnavian, M.A, Ph.D.

“Menindaklanjuti perintah dari Kapolri tersebut, saya langsung memerintahkan anggota saya, khususnya Bhabinkamtibmas yang ada di Polsek jajaran untuk setiap paginya dengan memakai seragam kepolisian datang ke masjid-masjid yang berada di kampung binaannya dan melaksanakan sholat subuh berjamaan bersama-sama dengan warga masyarakat untuk memakmurkan masjid,” ujarnya, Kamis (8/3).

Kapolres menjelaskan, ajakan sholat Subuh berjamaah mendapatkan dukungan dan apresiasi dari tokoh agama MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kab. Tulangbawang.

“Alhamdulillah, kegiatan dari Bhabinkamtibmas dengan menggunakan seragam kepolisian mengajak warga masyarakat untuk sholat subuh berjamaah di masjid setiap hari ternyata mendapatkan perhatian dan dukungan dari MUI Kab. Tulang Bawang. Mereka datang langsung ke Polres Tulang Bawang hari Jum’at (2/3/2018) sekira pukul 09.30 WIB bertemu dengan saya, Wakapolres Kompol Djoni Aripin, S.Sos, MM dan Kasat Binmas AKP Dulhapid, S.Pd untuk memberikan ucapan dan apresiasi atas gerakan mengajak warga untuk sholat subuh berjamaah di masjid yang telah dilakukan oleh Bhabinkamtibmas,” jelasnya.

Gerakan mengajak warga masyarakat untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid-masjid, kata Kapolres, akan terus menerus dilakukan. Kegiatan ini murni dilakukan sebagai bentuk kecintaan anggota Polri dengan agama Islam dan tokoh-tokoh agama serta menepis adanya isu maraknya penyerangan terhadap pemuka agama yang sempat viral di medsos. (Jazuli)