LAMPUNG SELATAN – Pengusiran terhadap wartawan Radar Lampung, Yuda Pranata, yang dilakukan oleh Ketua Komisi II DPRD Lampung Selatan (Lamsel), Halim Nasai, saat liputan pembahasan RAPBD akhirnya berujung damai.

Secara terbuka, Ketua Komisi II Halim Nasai menyampaikan permohonan maaf kepada Yuda Pranata di depan puluhan wartawan di Rumah Makan Pindang Pegagan, Kalianda, petang tadi (19/11/19).

Halim Nasai menyampaikan, pengusiran yang dilakukan adalah bukan unsur kesengajaan. Ia mengaku, terjadi mis komunikasi.

“Secara pribadi dan secara Komisi II DPRD Lamsel, saya memohon maaf kepada Yuda khususnya dan kepada seluruh wartawan pada umumnya. Bahwa, kejadian yang telah terjadi merupakan mis komunikasi antara saya dan Yuda,” katanya di depan puluhan wartawan.

Ia juga menyampaikan, kejadian yang sempat heboh itu menjadi pembelajaran oleh semua pihak.

“Semoga ini menjadi pembelajaran untuk kita semua. Melalui kejadian ini, hubungan kerja antara legislatif dan media masa menjadi lebih akrab,” lanjut  anggota dewan baru dari Frakis PAN ini.

Sementara, menyambut permohonan maaf itu, wartawan Radar Lampung, Yuda Pranata mengatakan, pihaknya secara individu menerima permohonan maaf tersebut.

“Secara pribadi saya terima permohonan maaf ini. Kedepan, ini menjadi pembelajaran agar tidak terulang,” katanya.

Sebelumnya, permohonan maaf itu juga disampaikan Ketua Fraksi PAN, Baiquni Aka Sanjaya melalui pesan Whatsapp yang dikirimkan kepada BE 1 Lampung.

Ia mengaku, sebagai Ketua Fraksi PAN pihaknya telah melakukan teguran secara langsung kepada Halim Nasai.

“Sudah kita tegur langsung. Atas nama fraksi, kami mohon maaf atas kesalahan ini. Semoga menjadi pembelajaran untuk kami,” ujarnya.

Selain ketua Fraksi PAN, Ketua DPRD Lamsel, Hendry Rosyadi juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden pengusiran terhadap wartawan yang hendak meliput kegiatan rapat pembahasan RAPBD 2020 di ruang Komisi II.

“Saya selaku Ketua DPRD memohon maaf kepada Yuda dan rekan-rekan media lainnya. Bahwa rapat tersebut sebenarnya bukan rapat tertutup. Semua media dapat meliput rapat pembahasan hingga tingkat selanjutnya,” ujarnya saat dimintai komentar oleh sejumlah wartawan di ruang kerjanya. (Doy)