Intervensi Oknum Mengaku Polisi, Kapolsek: Banyak Orang Mengaku-aku

PESAWARAN- Kapolsek Kedondong, Ibut Putranto meminta warga tidak langsung percaya bila ada orang yang mengaku anggota polisi.

Hal ini dikatakan Kapolsek menanggapi adanya aparat desa Tanjung Rejo Kecamatan Waykhilau Kabupaten Pesawaran yang menakut-nakuti Rismanto terkait ‘nyanyiannya’ atas
pekerjaan rapat beton dan talut yang tidak sesuai bestek ke Insfektorat Pemkab Pesawaran.

“Di Polsek Kedondong belum ada laporan masuk, gak tau di Polres. Biasanya kalau toh turun ada surat perintah dari saya. banyak mas orang yang menjual nama-nama polisi, Seharusnya ditanya Siapa nama polisinya dan tugas dimana,” ungkapnya saat dihubungi melalui telepon selulernya, kemarin.

Kata dia, terkait pencarian tersebut dirinya belum sekali mengetahui. Apalagi anggota dari Polsek kedondong. ” Setiap pembangunan yang ada di desa, kita sudah monitor terus,” kata dia.

Kata Ibut, pihakny belum bisa bersikap terkait  dugaan intervensi oknum aparat desa tersebut pada Rismanto.

“Kalau belum ada laporan dari masyarakatnya maka kita belum bisa memanggil aparat desa itu,” ujarnya.

Sayangnya, Kepala Desa setempat Sugiono dan Kepala dusun Tofik dan RT Yatin selalu gagal dikonfirmasi. Mereka tak mengangkat ponselnya saat dihubungi.

Sebelumnya diberitakan  Rismanto, warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Waykhilau, Pesawaran mendapat teror. Ia mengaku dicari dua oknum polisi setelah menyuarakan protes terkait pembangunan rapat beton dan talud di desanya yang diduga asal-asalan.

Sebelumnya Rismanto dan berapa warga sudah melaporkan masalah dugaan penyelewengan itu kepada Inspektorat Pemkab Pesawaran. Tapi laporan ini belum juga ditanggapi.

“Kemaren malem Sabtu (10/11/18) pukul 20.30 WIB, ada yang  datang ke rumah saya dan menakuti saya. Intinya saya diintimidasi soal itu,” katanya.

Rismanto mengatakan, sudah menjadi kewajiban warga mempertanyakan pembangunan yang diduga melanggar. Apalagi itu dilakukan di desanya sendiri.

Kata dia, laporan ke Inspektorat lalu juga dibuat oleh warga Desa Tanjung Rejo dan sudah sesuai fakta di lapangan.

“Waktu berapa bulan lalu media memberitakan, rabat beton dan talud langsung ditambal-tambal mas,” ungkapnya,

“Pembangun rabat beton itu asli mas, bawahnya tanah. Seharusnya kan batu, Kalau pekerjaan ini tidak bener, otomatis kedepannya tidak bener. Kita ini malu mas dengan desa tetangga kalau pekerjaan nya seperti itu, dan juga pemasangan talud asal-asalan,” lanjutnya.

Kata Rismanto, sebelumnya ia sudah didatangi Kadus dan RT yang mewakili kepala desa.

“Mereka dua datang ke rumah untuk mengundang saya untuk menyelesaikan permasalahan ini. Namun saya tidak mau. Karena inikan kades, harusnya resmi. Nah undangan ngamin saja resmi, itu saja ukurannya,” tegasnya.

Lanjut dia, Kedatangan dua aparat desa tersebut, istri nya diberi tahu informasi bahwa tadi ada tamu dua oknum anggota polisi yang memcari dirinya.“Jadi bini dan mertua saya ketakutan mendengar itu,” pungkasnya. (Don)