IAIN Metro Minim Guru Besar

METRO – Kemajuan Institut Agama Islam Negri (IAIN) Metro di era globalisasi terus menjadi sorotan di kelas perguruan tinggi di Indonesia. Tapi, sayangnya institut yang memiliki 4 fakultas S1 (Starta –I), dan 3 Jurusan program Pascasarjana (S2)  ini hanya memiliki satu guru besar yang bergelar Profesor. Ia adalah Rektor IAIN Metro, Prof. Dr. Enizar, M.Ag itu sendiri.

“IAIN Metro terus melakukan pebenahan mulai Sumberdaya Manusia (SDM) dari tenaga pengajar (Dosen), dan manajen Institut. Soal guru besar memang benar, saat ini hanya saya yang menyandang gelar profesor di kampus ini,” kata Rektor IAIN Metro, Prof. Dr. Enizar, M.Ag, kepada BE1 Lampung, usai senat terbuka Dies Natalis ke-57  Wisuda, Rabu (15/8/2018).

Sementara, kata Enizar, untuk tenaga pengajar yang bergelar Doktor ada sekitar 16 orang. Ke 16 orang tersebut saat ini juga sedang proses menempuh pendidikan diberbagai Perguruan Tinggi di Indonesia untuk mendapatkan gelar Profesor (Guru Besar, red). Sedangkan baru ada 7 dosen bergelar doktor yang tengah proses menyusun karya ilmiah untuk persyaratan menuju gelar profesor.

“Jadi saat ini persyaratan menjadi guru besar luar biasa. Kita akan melakukan percepatan upaya agar dosen bergelar doktor segera menjadi guru besar (Profesor) dengan menghadirkan beberapa asesor untuk mendampingi mereka menyusun karya ilmiah dan masuk dijurnal-jurnal yang terindeks fokus sebagai sayarat menjadi guru besar,” ungkapnya.

Sebagai penegas, Enizar menyakini dan optimis 2019 mendatang ada penambahan dosen bergelar profesor di IAIN Metro seperti dirinya. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya medorong agar para dosen lebih fokus dan komitmen membesarkan kampus IAIN Metro.

“Insha Allah di 2019 ada penambahan dosen bergelar profesor. Jadi sudah tidak diragunkan lagu kualitas dan kredibilitas Sumberdaya Manusia (SDM) para dosen tersebut. Sedangkan dosen tetap yang bergelar S1 (Strata-1) sudah tidak ada lagi di IAIN Metro,” pungkasnya.(Red)