DPRD Bakal Panggil RSUD Ahmad Yani Metro

METRO – Persoalan dugaan salah diagnosa terhadap pasien di Metro kini memasuki babak baru. Kali ini, Komisi II DPRD Kota Metro dalam waktu dekat akan memanggil RSUD Ahmad Yani dan BPJS untuk mengklarifikasi persoalan dugaan salah diagnosa terhadap pasien Tutik Wuryaningsih.

Anggota Komisi II Ridhwan Sory Ma’oen Ali mengatakan, Komisi II ingin mengetahui secara jelas persoalan dugaan salah diagnosa tersebut dari RSUD A Yani dan pasien. Sehingga dapat mendapatkan titik terang terkait persoalan dari yang bersangkutan.

“Tujuan kami (Komisi II, Red) untuk membantu mencari solusi. Itu kenapa kami ingin mengundang semua pihak terkait untuk duduk bersama,” paparnya, Jum’at (8/3/2019).

Komisi II juga akan memanggil pihak BPJS untuk mempertanyakan SOP rujukan yang menjadi persoalan hingga pasien dan keluarga terkatung-katung karena ditolak RS Dharmais Jakarta.

“Supaya clear semua, kita juga akan panggil BPJS, karena saya lihat persoalan ini ada kaitan dengan rujukan juga,” kata dia.

Kesempatan yang sama, Ketua Komisi II Tondi Nasution berharap persoalan ini tidak berlarut-larut dan bisa segera menemukan titik terang. Sehingga tidak merusak citra RSUD A Yani yang sudah susah payah dibangun.

“Seharusnya persoalan ini bisa selesai dengan baik dan kekeluargaan. Apa yang tidak selesai dengan musyawarah. Waktu dekat akan kita panggil semuanya. Selain terkait persoalan ini, kami juga ingin semua lini di RSUD A Yani kedepannya lebih baik lagi. Karena sayang lah, dengan fasilitas yang sudah memadai tidak ditopang dengan bidang lainnya,” tutupnya. (Arby)