BANDAR LAMPUNG – Hasil luar biasa kembali diraih para atlet Lampung. Kali ini dari arena Kejuaraan Nasional Memastikan khusus untuk Disiplin Senam Ritmik.
Pada Senam Ritmik, hasil akhir di kategori senior dan junior, Lampung menempati urutan teratas dengan perolehan 7 medali Emas, 2 Perak dan 2 Perunggu, dari 11 medali emas yang diperebutkan.
Sementara pesaing terdekat dan terkuat Lampung, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur berada diperingkat berikutnya.
Ajang ini diikuti oleh 49 atlet ritmik dari 16 provinsi. Tim Lampung sejak awal sudah menunjukkan dominasinya di Gedung Gymnasium Sport Jabar Arcamanik Jawa Barat, dengan menyapu bersih dua medali emas di nomor beregu yakni senior dan junior.
Lampung mendominasi kategori beregu dengan meraih poin tertinggi di kedua jenjang usia. Emas Beregu Senior, tim Lampung terdiri dari Tri Wahyuni, Febila Sintia Putri, dan Felizya Adzkaa meraih skor 183,8.
Sementara Junior Lampung juga merebut medali Emas terdiri dari Laila Faiha, Halida Kaia, dan Balqis Aisyah.
Di hari berikutnya, pada perlombaan individu per-alat, para pesenam Ritmik Lampung asuhan Yulianti tetap konsisten dalam penampilan dan menunjukkan performa stabil di setiap alat yang terdiri dari Simpay (Pita), Hoop, Gada dan Bola.
Dari perolehan medali tim Senam Lampung, pesenam paling senior Tri Wahyuni masih merupakan sosok yang mendominasi dan menjadi tulangpunggung tim. Di Kejurnas ini Tri meraih 2 medali emas perorangan dan membantu tim beregu senior meraih 1 medali emas. Selain itu dia juga meraih 1 merdali perak perorangan.
Secara keseluruhan tim Lampung meraih 7 medali emas, masing-masing diperoleh dari:
1. Beregu senior
2. Beregu junior
3. Tri Wahyuni : All Around Senior
4. Tri Wahyuni: Bola Senior
5. Laila Faiha Caesar : Hoop Junior
6. Laila Faiha Caesar : Pita Junior.
7. Halida Kaia Al-Khusna : Gada Junior
Sedang 2 medali Perak diperoleh Febila Sintia Putri di alat Hoop senior dan Tri Wahyuni pada alat Gada. Sementara medali perunggu diraih Balqis Aisyah Jawaad pada nomor Bola junior dan Halida Kaia Al-Khusna : Gada Junior pada nomor Pita (Simpay) senior.
Pelihara Konsistensi
Budi Kurniawan, yang mendamping tim Lampung di Kejurnas ini mengatakan bahwa penampilan anak-anak asuhan Yulianti selama di kejuaraan itu patut diapresiasi dengan dua jempol.
“Anak-anak all-out. Saya bangga melihat semangat mereka yang sangat tinggi dan konsisten selama perlombaan berlangsung. Selain itu saya juga apresiasi kepiawaian para pelatih. Yulianti mampu memberikan motivasi kepada anak-anak asuhnya untuk tampil terbaik,” kata Budi.
Hasil ini, lanjut Budi, harus dijadikan acuan untuk pembinaan dan memelihara konsistensi senam Lampung ke depan.
Terpisah, Diki Novalino, Kabid Binpres FGI Lampung mengatakan bahwa Kejurnas ini merupakan miniatur dari babak kualifikasi PON nanti. Sehingga patut dicatat dengan seksama apa yang lebih dana pa yang kurang dari tim Lampung.
“Ini hasil yang sangat baik. Luar biasa. Saya secara pribadi kagum dengan semangat bertanding anak-anak Lampung sepanjang Kejurnas. Kami juga mencatat betapa persaingan di sini sangat ketat. Dan ini sangat berat untuk anak-anak kita ke depan. Oleh karenanya, sepulang dari Kejurnas harus dilakukan evaluasi, baik untuk melihat kelebihan maupun kekurangan kita,” kata Diki.
Sementara itu pelatih Senam Lampung, Yulianti, menyampaikan rasa syukur yang tidak terhingga atas prestasi yang diraih anak-anak asuhannya ini.
“Ya tentu saya sangat berterima kasih kepada anak-anak yang sudah tampil dengan sepenuh hati berjuang demi Lampung. Karena yang kami lakukan seluruhnya untuk Lampung. Apapun itu. Sehingga kami tidak berfikir lain, kecuali mencurahkan seluruh kemampuan, pikiran dan juga dedikasi hanya untuk Lampung. Terima kasih yaa Allah, Terima kasih anak-anak, dan terima kasih semua pihak yang mendukung FGI Lampung,” ungkap Yuli diplomatis.
Dia menyampaikan bahwa kalimat bijak yang selama ini beredar “hasil tidak mengkhianati usaha” itu juga ada benarnya. Namun demikian, Yuli menyampaikan bahwa perlu banyak dilakukan evaluasi secara mendalam, jika Lampung ingin terus bertahan pada posisi seperti ini.
Tim Lampung juga diperkuat pelatih tim junior Ayu, dan dua juri Fitri dan Yuni. (hms-fgi)




















