Buntut Prostitusi Online, Pemkot Metro Perketat Rumah Kos dan Kontrakan

METRO – Walikota Metro Achmad Pairin meradang, setelah Satuan Reserse Kriminal Polres Metro membongkar sindikat prostitusi online dan membekuk dua orang terduga mucikari di kota bertajuk Bumi Sai Wawai tersebut.

Walikota yang geram langsung memberikan perintah kepada Sat Pol PP Kota setempat untuk menindaklanjuti temuan Polisi.

Kasat Pol PP Kota Metro, Imron menyebutkan, Pemerintah Kota Metro merasa nama baik kota bervisi pendidikan itu tercoreng atas terbongkarnya sindikat prostitusi online. Pihaknya juga mengapresiasi atas kinerja Polisi yang telah berhasil mengungkap praktik kotor prostitusi.

“Untuk tindak lanjut atas tertangkapnya mucikari praktik prostitusi online pada 23 Desember 2018 lalu. Atas kejadian tersebut Walikota Metro menerima Sat Pol PP untuk menindaklanjuti, karena ini telah mencoreng nama baik kota Metro, yang mana kota Metro ini bervisi misi Pendidikan. Saya juga sudah rapatkan bersama jajaran Sat Pol PP,” ucap Kasat saat di Konfirmasi awak media, Jum’at (11/1/2019).

Dirinya mengatakan, pihaknya akan bergerak melakukan pengawasan terhadap rumah Kost hingga Hotel di Kota Metro.

“Bahwa kita akan ada pemantauan terhadap semua rumah kost dan hotel di Metro, ini akan kita awasi bersama Polri dan TNI. Nah kemudian kaitan apakah Izin nya akan di cabut dan tidaknya, akan kita lihat perkembangannya. Tentunya akan kita lihat kembali,” imbuhnya.

Pol PP berencana akan memberikan himbauan kepada pemilik rumah kost hingga hotel di Metro.

“Akan kita panggil pemilik hotel ataupun pemilik kost-konstan yang memang tempatnya digunakan untuk kegiatan-kegiatan seperti itu. Kemudian bapak Walikota, wakil walikota dan pak sekda sudah menegaskan, beliau bertekad bagaimana metro ini untuk selanjutnya bersih dari kegiatan prostitusi online,” bebernya.

Imron mengungkapkan, terungkapnya praktik prostitusi online di Kota Metro merupakan kali pertama sepanjang sejarah berdirinya Kota pemekaran Kabupaten Lampung Tengah tersebut.

“Ini belum pernah terjadi di Metro, dan hal ini tentunya pak walikota sangat malu dimana kota pendidikan dicoreng dengan perbuatan seperti ini. Apalagi yang mucikari ini bukan orang Metro, melainkan orang luar yang membuka bisnis di Metro,” tandasnya.

Sementara itu, terkait langkah sigap Pemerintah Kota Metro melalui Sat Pol PP dalam mencegah praktik prostitusi di Bumi Sai Wawai mendapat apresiasi dari masyarakat.

“Itu yang di tunggu warga, ketegasan. Ketika Pemkot sigap dan tegas dalam menindaklanjuti temuan ini maka harus didukung oleh masyarakat. Dan kami berharap, rencana itu bukan sekedar menjadi wacana tapi harus ada tindakan nyata,” harap Sobari Ahmad warga Kec. Metro Barat. (Arby)