Ada Warga Lumpuh Belasan Tahun, Kadis Pesawaran Mengaku Tak Terima Laporan

PESAWARAN – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesawaran, Harun, membantah pihaknya tidak perduli dengan kondisi Ani (38) yang menderita lumpuh belasan tahun lalu.

Kata dia, kondisi Ani yang warga Desa Waylayap Dusun Binong itu sama sekali tidak diketahui Dinkes akibat tidak adanya laporan dari pihak bidan desa dan pihak Puskesmas Gedongtataan.

“Saya tidak tahu itu, baru tahu setelah adanya berita ini. Dari bidan maupun puskesmas tidak ada laporan. Makanya saya tidak tahu. Itu saya sudah suruh dari Puskes untuk turun langsung,”ungkapnya.

Sementara staf Puskesmas Gedong Tataan Vero menjelaskan bahwa Ani masih dalam pantauannya.

“Kami sudah lakukan monitor dan selalu adakan kunjungan dengan adanya Home Care dan croscek terhadap ibu Ani ini. Memang kami tidak lapor ke dinas pak, karena ibu Ani masih bisa makan,” bebernya

Diketahui, Ani yang hidup menjanda sangat membutuhkan uluran tangan baik biayanya maupun kesembuhannya.

Ia mengaku uluran tangan seoraang dermawan bisa meringankan kedua orang tuanya yang bekerja hanya sebagai kuli unjal pasir dengan penghasilan sehari hanya Rp20 ribu.

Pantauan wartawan koran ini, Dinas Sosial Pesawaran menurunkan bermacam bantuan, yakni Beras Bulog, selimut, kain dan korned.

Diketahui, Ani menderita sejak belasan tahun. Ani tak mampu berobat karena ketiadaan ekonomi. Apalagi ia tak memiliki suami sebagai sandaran hidup.

Ani bercerita, kelumpuhan itu dialaminya ketika anaknya Yati Sakila, masih berusia sekitar tiga bulan.

“Sampai sekarang, anak saya sudah 18 tahun dan duduk di bangku SMK Pelita kelas 3,” ungkapnya saat ditemui dikediamannya Kamis (7/11/19).

Ani mengatakan, semakin lama kondisi kakinya semakin mengecil. Sementara tangan tak bisa lagi digerakkan.

“Saya hidup menjanda, dan sehari-harinya hanya ditempat tidur dan numpang hidup sama orang tua,”katanya.

Sementara, Sanah (60) ibu dari Ani mengatakan, anaknya menderita sakit lumpuh sejak 18 tahun lalu. Itu setelah habis melahirkan anaknya.

“Anak saya ini pernah berobat di klinik Asoffa sejak tahun 2012 lalu. Itupun hanya mengecek. Nah, sampai saat ini belum pernah lagi untuk berobat di tenaga medis, karena kebentur dengan biaya,”ujarnya.

“Makan saja disuapin mas, dan mandi buang air kecil, besar dibopong. Kami berharap kepedulian Pemerintah Pesawaran,” pungkasnya. (Don)