BANDAR LAMPUNG — Pasca ditetapkannya Lampung-Banten sebagai calon tunggal tuan rumah PON XXIII tahun 2032, dukungan terhadap kesiapan sarana dan prasarana terus menguat, termasuk dari kalangan perguruan tinggi.
Hal itu diketahui dalam audiensi KONI Lampung dengan Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani, Kamis (2/4/2026) kemarin.
Ketua KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan pertemuan tersebut membahas kesiapan venue olahraga yang akan diverifikasi oleh tim dari KONI Pusat pada pertengahan April 2026 ini.
Menurutnya, pihak Unila menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung penggunaan fasilitas kampus sebagai venue pertandingan.
“Pihak Unila sangat terbuka dan siap mendukung. Venue mana saja yang memungkinkan untuk digunakan, akan kita koordinasikan lebih lanjut,” ujarnya.
Selain kesiapan venue, audiensi juga membahas pentingnya pembinaan atlet sejak dini melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan. Baik di tingkat sekolah menengah maupun perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan atlet masa depan.
Taufik menegaskan, sinergi antara KONI dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan di Lampung.
“Kampus bukan hanya mendukung fasilitas, tetapi juga bisa menjadi pusat pembinaan atlet muda yang potensial,” tambahnya.
Dengan dukungan tersebut, KONI Lampung optimistis kesiapan infrastruktur dan sumber daya atlet dapat terus ditingkatkan, seiring dengan proses verifikasi menuju penetapan resmi tuan rumah PON 2032. (hms)




















