BANDARLAMPUNG – Mantan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie, S.E., S.H., mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Musa Ahmad sebagai Ketua DPD Partai Golkar Lampung Tengah (Lamteng) dalam musda, Sabtu 7 Februari 2026.
Menurut Alzier, penetapan Musa Ahmad sebagai Ketua DPD Partai Golkar Lamteng Periode 2026-2031 sudah tepat dan merupakan bentuk apresiasi. Pasalnya dalam periode sebelumnya selama memimpin Partai Golkar di Lamteng, Musa Ahmad telah terbukti berhasil meningkatkan perolehan suara partai baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Dimana dalam Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2024 lalu, perolehan jumlah kursi di DPRD Lamteng naik. Dari awalnya hanya 9 kursi pada Pileg 2019, menjadi 13 kursi pada Pileg 2024.
“Selamat atas terpilihnya Musa Ahmad. Saya berharap konsolidasi kader dan sosialisasi partai dapat terus dilakukan. Sehingga target 15 kursi dalam Pileg 2029 nanti dapat tercapai,” tutur Alzier, Minggu, 8 Februari 2026.
Pada kesempatan ini, Alzier juga berharap DPD Partai Golkar Provinsi Lampung dapat mengevaluasi kinerja pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Pesawaran dan Pringsewu.
“Perlu adanya penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar di Kabupaten Pesawaran dan Pringsewu. Sehingga roda organisasi dapat berjalan maksimal,” tandasnya.
Sepert diketahui, Alzier sebelumnya sempat meminta agar Musa Ahmad diberi kesempatan dan kepercayaan untuk maju dan mencalonkan diri kembali sebagai Ketua DPD Partai Golkar Lamteng dalam musda. Jangan justru langkahnya dijegal.
Alasannya, sudah terbukti di era Musa Ahmad memimpin, perolehan suara Partai Golkar Lamteng dalam Pileg 2024 lalu meningkat tajam. Dimana Partai Golkar di Lamteng tampil sebagai pemenang pemilu. ini menandakan jika konsolidasi kader dan sosialisasi partai berjalan maksimal.
“Karenanya justru aneh jika sosok Musa Ahmad diabaikan. Sudahlah berhenti lagi menunjuk atau memaksakan calon Ketua Partai Golkar yang belum teruji, pelit dan tidak bisa “ngangon” atau mengakomodir kader,” ujar Alzier.
Diuraikan Alzier, sebenarnya konsep memimpin Partai Golkar ini sangat sederhana. Prinsip utamanya jangan buntu, apalagi pelit terhadap kader.
Yang namanya ketua partai, minimal harus selalu “WASPADA”. Yakni Walaupun Sedikit Tetap Ada. Dimana harus selalu memberi “bekal” atau “titipan” untuk keluarga, pada setiap kader yang datang.
Kemudian “RMO” yakni Rokok, Makan, dan Ongkos juga harus selalu siap sedia.
“Jangan malah dimarah-marah atau lari menghindar, bila ada kader datang. Jika demikian bisa pergi dan ngabur semua kader yang ada, jika RMO Zonk atau kosong dan Blank. Dan saya melihat sosok Musa Ahmad selama ini mampu dan sanggup memenuhi konsep dalam memimpin Partai Golkar tersebut. Buktinya Pileg 2024 menang,” pungkasnya.
Musa Ahmad sendiri akhirnya terpilih kembali secara aklamasi sebagai ketua di Musda ke XI Partai Golkar Kabupaten Lamteng di gedung sesat nuwo balak, Gunung Sugih, pada Sabtu (7/2/2026). Dia mendapat dukungan dari pimpinan Kecamatan (PK) 28 Kecamatan, unsur organisasi pendiri Partai Golkar, organisasi yang didirikan Partai Golkar dan organisasi sayap KPPG dan AMPG.(red)




















