PANARAGAN – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Pemkab Tubaba) bersama Kejaksaan Negeri Tulang Bawang Barat kembali menunjukkan komitmen nyata dalam perlindungan hak anak melalui kegiatan Penyerahan Akta Wali Asuh dan Santunan Anak Yatim. Berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati, Kamis petang (26/02/2026).

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penyerahan penetapan hakim tentang perwalian (akta wali) kepada 5 orang anak. Mereka berada dibawah pengasuhan 4 orang wali. Akta Wali ini memberikan kepastian hukum terhadap status perwalian anak.

Kejaksaan Negeri Tubaba berperan aktif dalam memfasilitasi seluruh proses administrasi, mulai dari penerbitan akta kelahiran, pembaruan Kartu Keluarga (KK), hingga penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA). Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh anak memiliki dokumen kependudukan yang sah dan lengkap sebagai dasar pemenuhan hak pendidikan, kesehatan, dan hak keperdataan lainnya.

Plh. Kajari Tubaba, Juwita Patty Pasaribu, S.H., M.H., menegaskan bahwa pemberian akta perwalian ini merupakan wujud penegakan hukum yang humanis.

“Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan hukum, hak pendidikan, dan hak keperdataan untuk mewujudkan keadilan serta kemanfaatan sosial bagi masyarakat,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, S.P., mengapresiasi kolaborasi tersebut dan menginstruksikan jajarannya untuk segera menuntaskan masalah administrasi kependudukan anak.

“Jangan sampai ada anak di Tubaba yang status administrasinya tidak jelas, semua harus segera diselesaikan bersama pihak Kejaksaan,” tegas Bupati.

Selain penguatan aspek hukum, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran santunan yang difasilitasi oleh Baznas Kabupaten Tubaba. Secara keseluruhan, santunan diberikan kepada 105 anak yatim, piatu, dan yatim piatu, dengan jumlah yang hadir dan menerima secara langsung sebanyak 101 anak. Masing-masing anak menerima santunan sebesar Rp150.000 sebagai bentuk kepedulian dan perhatian di bulan suci Ramadhan.

Suasana semakin khidmat dengan tausiyah dari Syekh Nasef Naseer Ahmad Abdalah, mubaligh dari Al Aqsa, Palestina. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga nilai kemanusiaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta memaknai Ramadhan sebagai momentum berbagi dan melindungi anak-anak yatim.

Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang menjadi momentum silaturahmi antara unsur Forkopimda, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, serta seluruh tamu undangan yang hadir **( rls/ za)