BANDARLAMPUNG – Atlet judo andalan daerah, Indah Permata Sari, resmi dinyatakan lolos mengikuti pendidikan pertama Pa PK TNI program khusus 2026.Ini adalah jawaban dari keinginan peraih Medali Perak SEA Games yang sebelumnya mendambakan gantungan hidup setelah tak lagi jadi atlet.

Ketua Pengprov PJSI Lampung, Kompol Sukamso, melalui sambungan telepon, Indah saat ini telah berangkat ke Magelang untuk mengikuti tahapan awal pendidikan. Meski demikian, status Indah masih tercatat sebagai atlet Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dan tengah menjalani training camp (TC) sebagai persiapan menghadapi agenda internasional.

“Hari ini Indah berangkat ke Magelang. Kemungkinan di sana dia mengikuti pengenalan dasar-dasar militer. Setelah itu, besar peluang dia kembali menjalani TC Pelatnas untuk persiapan Asian Games 2026,” ujar Sukamso, Sabtu, 7 Februari 2026.

Ia menambahkan, durasi pendidikan Sepa PK TNI umumnya berlangsung sekitar lima hingga tujuh bulan. Namun, dengan kondisi Indah yang masih aktif sebagai atlet Pelatnas, skema dan teknis pelaksanaan pendidikannya masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pihak terkait.

“Karena dia masih TC, kami belum bisa memastikan teknisnya seperti apa. Tidak bisa nebak-nebak juga, nanti salah informasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sukamso menegaskan keberhasilan Indah menjadi anggota TNI merupakan bukti nyata jaminan masa depan bagi atlet berprestasi. Ia menyebut, sebelumnya Indah juga sempat memiliki peluang di institusi lain, namun rezekinya akhirnya berlabuh di TNI.

“Alhamdulillah akhirnya dikomodir oleh TNI. Ini jadi bukti atlet yang berprestasi dan membawa nama daerah serta negara akan diperhatikan,” katanya.

Ia pun memberikan motivasi kepada atlet-atlet judo Lampung dan cabang olahraga lainnya agar terus berlatih dan berprestasi tanpa ragu akan masa depan.

“Tugas atlet itu berlatih keras, bertanding, dan menunjukkan kemampuan. Soal masa depan, negara pasti akan memikirkan. Contohnya Indah ini,” ucap Sukamso.

Terkait peluang Indah memperkuat Lampung di ajang-ajang daerah seperti Porprov atau kejuaraan daerah, Sukamso mengatakan semuanya akan bergantung pada jadwal TC dan agenda internasional yang dijalani.

“Kalau TC di luar negeri tentu tidak mungkin pulang. Tapi kalau TC masih di dalam negeri, masih ada peluang. Namun kami tetap mengutamakan kepentingan negara, apalagi untuk Asian Games,” ujarnya.

Menurutnya, Pengprov PJSI Lampung tidak akan bersikap egois apabila jadwal nasional berbenturan dengan agenda daerah. (hms)