BANDAR LAMPUNG – Akademisi dari Fakultas Hukum Unila Dr Budiyono SH, MH menghimbau mahasiswa tak terprovokasi dengan kejadian di Jakarta.
“Saya, selaku akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung, dengan penuh rasa duka cita menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya salah seorang saudara kita, seorang pengemudi ojek online, dalam peristiwa demonstrasi yang berlangsung di Jakarta. Peristiwa ini merupakan kehilangan yang sangat berharga, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi kita semua sebagai bagian dari bangsa yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan,” katanya.
Dalam momentum yang penuh keprihatinan ini, Dr Budiyono menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Lampung untuk tidak terprovokasi melakukan tindakan di luar koridor hukum.
“Menyampaikan aspirasi adalah hak konstitusional yang dijamin Undang-Undang. Namun hak tersebut hendaknya dijalankan dengan cara yang damai, tertib, serta menjauhkan diri dari segala bentuk kekerasan yang justru berpotensi menimbulkan korban baru,” katanya lagi.
Budiyono juga meminta kepada masyarakat Lampung, untuk tetap menjaga suasana kondusif, aman, dan damai.
“Sikap tenang dan arif dalam merespons situasi sangat penting agar tidak menimbulkan eskalasi permasalahan yang lebih besar,” katanya lagi.
Di sisi lain, Dr Budiyono meminta aparat penegak hukum untuk senantiasa menjalankan tugas dengan profesional, mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia, serta menjunjung tinggi etika dan hukum yang berlaku. Aparat negara memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi masyarakat sehingga langkah-langkah yang diambil hendaknya selalu proporsional, transparan, dan akuntabel.
“Mari kita bersama-sama mengawal jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara dengan semangat persatuan, kedewasaan, serta menjunjung tinggi hukum sebagai pilar utama dalam menjaga keadilan dan kedamaian di negeri ini.
Sementara ribuan mahasiswa terus memadati dalam Konsolidasi Akbar Menuju Aksi Besar di Rektorat Universitas Lampung, sore ini Jumat 29 Agustus 2025.
Selain mahasiswa, hadir juga elemen masyarakat dan perwakilan pengemudi ojek online (ojol) di Lampung.
Ajakan seruan aksi besar ini merupakan buntut dari ketidakpuasan pada segala permasalahan yang ada di Indonesia “Lampung menolak dianlm atas segala permasalahan di Indonesia” Indonesia (C)emas. (*)