Ibu Yustin Tunjukkan Bukti Besarnya Kepedulian Ridho terhadap Nasib Perempuan dan Anak 

BANDARLAMPUNG–Ibu Yustin Ridho Ficardo angkat bicara soal komitmen suaminya Muhammad Ridho Ficardo terhadap nasib perempuan dan anak di Provinsi Lampung. Saat membuka “Lomba Mewarnai Anak 2018” yang diadakan di Mal Bumi Kedaton, Selasa (13/03/2018) siang, Yustin memberikan sejumlah bukti nyata kepedulian Ridho terhadap nasib perempuan dan anak. Yustin menyebutkan sedikitnya empat Peraturan Gubernur yang dibuat Ridho untuk melindungi perempuan dan anak. Selain itu, perjuangan gigih Ridho Ficardo yang tak pernah surut dalam mempertahankan sikap dan konsistensi melindungi anak-anak membuat Provinsi Lampung meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tiga tahun berturut-turut.

Keempat Peraturan tersebut Peraturan Gubernur Lampung No.34 Tahun 2016 (tentang Rencana Aksi Daerah Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial di Provinsi Lampung). Kedua; Keputusan Gubernur Lampung No: G/519/II.12/HK/2016 (tentang Pembentukan Tim Kelompok Kerja Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial di Provinsi Lampung). Ketiga, Keputusan Gubernur Lampung No: G/301/VII.01/HK/2017 tentang Pembentukan Tim Terpadu Pelaksanaan Koordinasi Penanganan Konflik Sosial Provinsi Lampung. Dan keempat,  Keputusan Gubernur Lampung No: G/302/VII.01/HK/2017 tentang Rencana Aksi Daerah Penanganan Konflik Sosial Provinsi Lampung tahun 2017. “Empat regulasi ini mengacu pada Perpres Nomor 18 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan Dalam Konflik Sosial,” tegas Yustin.

Selain melindungi perempuan dan anak dengan regulasi, komitmen Muhamamd Ridho Ficardo juga terlihat dari kepeduliannya pada anak-anak. Ini diwujudkannya dengan membangun berbagai fasilitas seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) Enggal Elephant Park seluas 15 ribu meter persegi yang dilengkapi dengan fasilitas tempat bermain anak-anak usia dini menyatu dengan alam, daycare, serta PAUD sebagai tempat tumbuh kembang anak.

Tidak hanya itu, Ridho juga menjadikan RSUD dr. H.  Abdul Moeloek menjadi rumah sakit ramah anak dengan melengkapinya dengan ruang terapi tumbuh kembang anak, ruang bermain, penitipan anak serta ruang asuh. Atas usahanya tersebut, Provinsi Lampung selama tiga tahun berturut-turut meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak.

Pada acara “Lomba Mewarnai 2018”, Yustin menyampaikan pandanganya bahwa acara tersebut untuk melatih kreativitas anak-anak. Acara yang terselenggara atas kerjasama Dewan Kesenian Lampung (DKL) dan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung ini mendulang sukses karena diikuti ribuan anak-anak dari TK dan SD Se-Bandar Lampung. “Kegiatan mewarnai bagi anak-anak, merupakan aktivitas kesenian yang dapat merangsang daya kreativitas, juga sebagai stimulasi optimal dalam mengembangkan imajinasi mereka,” papar Yustin.

Menurut Yustin, BKOW Provinsi Lampung sebagai organisasi wanita dan DKL sebagai wadah kreativitas dan seni telah mengambil perannya, yakni turut mempersiapkan generasi anak yang cerdas, kreatif dan berakhlak mulia bagi masa depan Provinsi Lampung. Hal tersebut tentunya sejalan dengan upaya yang dilakukan oleh Muhammad Ridho Ficardo. (TIM)