Terima Aspirasi Ratusan Guru, Alzier Desak Pemkab Tanggamus Bayarkan Tunjangan Sertifikasi

BANDARLAMPUNG – Tokoh masyarakat Lampung, sekaligus Calon anggota DPD RI Dapil Lampung Nomor Urut 37, M. Alzier Dianis Thabranie, pekan lalu menerima perwakilan ratusan guru Kabupaten Tanggamus. Para guru ini diterima di kediaman pribadinya, di Jl. Arief Rahman Hakim, Wayhalim, Bandarlampung.

Dalam kesempatan ini, perwakilan para guru tersebut, menyampaikan beberapa keluhan dan aspirasi. Diantaranya, soal belum dibayarkannya tunjungan dana sertifikasi tahun 2018 yang menjadi hak mereka oleh Pemkab Tanggamus.

“Padahal kami sudah menyampaikan permasalahan ini ke berbagai pihak terkait. Sayangnya hingga hari ini belum ada tanggapan berarti,” tutur salahsatu guru didepan Alzier yang keberatan namanya dikorankan.

Pada kesempatan ini, mereka juga berharap agar tidak dimutasi atau dipindahkan tempat bertugas. Ini lantaran mereka berani memprotes dan menyampaikan asipirasi soal belum dibayarkan dana tunjangan sertifikasi ini oleh Pemkab Tanggamus.

“Sebenarnya ada ratusan guru yang ingin menyampaikan langsung aspirasi ini. Tapi mereka takut adanya ancaman atau tekanan akan dipindahtugaskan ditempat mengajar di daerah-daerah terpencil oleh Pemkab Tanggamus. Ini yang membuat perjuangan mereka menjadi surut,” tuturnya para guru ini lagi.

Karenanya mereka pun berharap agar sebagai tokoh masyarakat Lampung, Alzier dapat menyampaikan aspirasi ini kepada Pemkab Tanggamus.

“Sekali lagi, yang kami tuntut hanya hak kami. Semua persyaratan insya allah sudah kami penuhi,” tuturnya.

Atas harapan dan asipirasi yang disampaikan para guru tersebut, Alzier berjanji akan memperjuangkan secara maksimal.

“Nanti saya telpon Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, untuk dapat mencari informasi perihal akar persoalan yang terjadi. Selain itu, saya juga akan konfirmasi kepada Sekda Tanggamus agar dapat memperhatikan secara sungguh-sungguh masalah ini. Jika memang itu, hak guru, ya harus dibayarkan. Untuk apa ditahan-tahan. Nanti malah saya khawatir ada proses hukum oleh aparat penegak hukum,” himbau Alzier.

Dan jika ini terjadi maka yang rugi adalah citra Pemkab Tanggamus. “Percayalah, nanti semua akan saya teruskan dan saya minta Pemkab Tanggamus untuk merespon. Bila itu, memang hak guru, ya bayarkan segera. Bila perlu nanti saya minta waktu untuk bertemu Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus untuk menyampaikan langsung keluhan ini, agar dapat dicarikan jalan keluarnya,” pungkas Alzier.(red)