Rais Aam PBNU : NKRI Harus Dijaga

GUNUNGSUGIH – Rois Aam Pengurus Besar Nahlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr K.H. Ma’ruf Amin semalam memberikan tausiah kebangsaan dalam acara Konferensi Wilayah (Konferwil) X Pengurus Wilayah NU (PWNU) Lampung.

Dalam pesannya, dihadapan ribuan warga NU yang hadir dalam acara yang dipusatkan di Pondok Pesantren Darussa’adah, Gunungsugih, Lampung Tengah (Lamteng), Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa NU bukan hanya organisasi Islam terbesar di Indonesia. Tapi juga di dunia.

Dengan tradisi pesantren yang mengembangkan Islam yang toleran. Serta di tengah kebhinekaan, NU mempunyai misi membawa dunia yang damai dengan prinsip Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Watoniah dan Ukhuwah Insaniyah.

“Sebagai contoh sekarang NU sedang melakukan langkah dengan para ulama untuk terjadinya perdamaian di Afganistan yang sedang berkonflik,” tuturnya.

Selain itu, Ma’ruf berpesan agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus di jaga. NU tegasnya menolak radikalisme. Menolak yang tidak toleran. Teologi Islam itu lanjutnya adalah teologi toleran.

“Lakum Dinukum Waliyadin. Bagimu agamamu. Bagiku agamaku. NU santun. NU tidak keras. NU mengajak dengan kesadaran. Tidak memaksa sebagaimana yang di ajarkan Wali Songo. Indonesia ini negara darusulfi darul ahdi. Negara perjanjian sesama warganya,” pungkasnya.(red)