Amir Faizal Sanzaya : Jika Merasa Benar Tak Perlu Seno Adji Minta Maaf, Ikuti saja Proses Hukum

BANDARLAMPUNG – Calon anggota DPD RI Amir Faizal Sanzaya tidak mempersoalkan ada permintaan maaf dari Seno Adji, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Bandarlampung. Ini terkait dilaporkannya tim pemenangan cagub Arinal Djunaidi itu ke Polda Lampung. Yakni dalam kasus tudingan penghinaan pada topi adat ‘Kilat Hanuang Bani’ yang kerap dipakai oleh masyarakat Lampung Sai Batin.

“Secara pribadi saya tidak ada masalah. Tapi ini sudah menyangkut masyarakat adat. Jadi saya serahkan semuanya kepada mereka penyimbang adat. Lagian kasus ini sudah masuk keranah hukum. Dan jika Seno Adji memang merasa benar, saya rasa tidak perlu juga untuk meminta maaf, biar proses hukum berjalan. Nanti ada pembuktian disana,” jelas Amir.

Sebelumnya saat membuat laporan pukul 14.00 Wib, masyarakat adat dipimpin oleh Panglima Alif Jaya, Karya Syamsuri. Sementara laporan ke SPKT Polda atas nama Amir Faizal Sanzaya.

“Kita melakukan pelaporan, atas dugaan penghinaan terhadap pakaian adat Masyarakat Sai Batin,” ujar Panglima Kerjaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Wilayah Selatan ini di Mapolda Lampung, Selasa (10/7/2018).

Menurutnya,  Hanuang adalah sosok satwa kambing hutan ataupun kambing gunung yang sangat pemberani, dengan ciri pada umumnya adalah bertanduk ramping, pendek dan melengkung ke belakang, dengan berat badan berkisar 50 s/d 140 kg, dan panjang badan antara 140-180 cm.

Kambing  yang mempunyai nama ilmiah Oreamnos americanus juga kerap disebut rocky mountain goat. Pinggiran kukunya tajam, melingkupi telapak yang lunak di bagian dalam sehingga dapat mencengkeram batu karang. Kemampuan itulah yang membuat kambing jenis ini menjadi hewan yang sangat pemberani.

Tinggi badan hanuang pada usia dewasa bisa mencapai 85-94 cm. Hanuang merupakan satwa yang sangat tangkas, pemberani serta mampu memanjat lereng dan tebing terjal yang biasanya terdapat di ketinggian sekitar 200 meter dari puncak dataran tinggi.

Di Lampung, Hanuang banyak ditemukan di bumi Sekala Bhak disekitar wilayah Puncak Gunung Pesegi, Kabupaten Lampung Barat.

“Diilhami karakter hanuang inilah, pada kisaran tahun 1515 M, para hulu balang, dan para pemberani Kerajaan Sekala Brak memakai simbol dengan ciri khas yang di sebut Kikat (ikat Kepala) “Hanuang Bani, jadi jangan sembarang menyebut,” katanya.(red)