BANDAR LAMPUNG – Tim KKN Universitas Lampung (Unila) sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Hilirisasi Smart Vacuum Packaging dan Digital Branding sebagai Strategi Peningkatan Daya Simpan dan Pemasaran Produk Pangan Ibu PKK Kecamatan Langkapura”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 6 Januari 2026, pukul 13.30 WIB di Kantor Kecamatan Langkapura.
Acara ini dihadiri langsung oleh Camat Kecamatan Langkapura Andi Darma Putra, S.STP., M.IP., Sekretaris camat, dan para Lurah, serta Tim Penggerak PKK Kecamatan Langkapura. Turut hadir juga tim ahli dari Universitas Lampung sebagai narasumber, yaitu Dr. Leni Rumiyanti, S.Pd., M. Sc. sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Unila Kecamatan Langkapura; Ayu Aprilia, S.Pd., M.Si.; Dr. Eng. Ni Luh Gede Ratna Juliasih, S.Si., M.Si.; Ahmad Faruq Abdurrahman, S.Si., M.Si.; Dr. Yanti Yulianti, S.Si, M.Si.; dan Dr. Sri Wahyu Suciyati, S.Si., M.Si.
Dalam sambutannya, Leni Rumiyanti, mengungkapkan terima kasih atas sambutan, bimbingan, dan bantuan dari aparat Pemerintahan Kecamatan Langkapura dan jajarannya kepada mahasiswa KKN sehingga kegiatannya dapat terlaksana dengan baik. Di Kecamatan Langkapura ada 39 mahasiswa KKN Unila yang tersebar di 3 kelurahan, yaitu Kelurahan Bilabong Jaya, Langkapura, dan Langkapura Baru.
Leni berharap selama kegiatan KKN ini bisa menjadi suri teladan dan pembelajaran bagi mahasiswa nantinya dalam bersosialisasi di masyarakat.
Sementara itu, Andi Darma menyampaikan ucapan terima kasih kepada Unila dan mahasiwa KKN karena telah banyak membantu kegiatan Pemerintah Kota Bandar Lampung seperti bersih sungai, lingkungan, dan lain sebagainya.
Ia berharap semoga para mahasiswa mendapatkan ilmu yang bermanfaat selama KKN untuk bekal setelah lulus dan semoga kedepannya sinergisitas Unila dan Pemkot dapat berjalan kembali karena lokasi Unila di Kota Bandar Lampung sehingga idealnya pengabdian kepada masyarakat dilakukan di kota Bandar Lampung.
Yanti Yulianti dalam pemaparannya menekankan bahwa inovasi pengemasan merupakan kunci utama dalam hilirisasi produk UMKM. Pengemasan vakum pada prinsipnya adalah mengeluarkan udara dari dalam kemasan untuk menciptakan kondisi hampa udara yang menghambat pertumbuhan mikroorganisme perusak dan reaksi kimia. Teknologi ini mampu memperpanjang masa simpan produk secara signifikan, seperti produk frozen food yang dapat bertahan hingga 1,5 bulan pada suhu -20°C.
Selain keunggulan teknis, kegiatan ini juga memberikan fokus besar pada Digital Branding. Penggunaan kemasan vakum, terutama jenis plastik emboss, memberikan tampilan yang lebih menarik, premium, dan memiliki nilai jual tinggi di mata konsumen. Hal ini sangat krusial bagi Ibu-ibu PKK untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah melalui platform digital.
Para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan alat, seperti memastikan area penyegelan bersih dari debu atau minyak agar tidak bocor.
Pemateri juga memberikan edukasi mengenai perawatan mesin, salah satunya adalah larangan mengunci penutup atas saat mesin disimpan untuk mencegah kerusakan pada bantalan segel udara.
Beberapa poin penting mengenai keamanan pangan juga disampaikan, termasuk daftar bahan yang tidak boleh divakum secara langsung seperti bawang merah dan bawang putih mentah karena menghasilkan gas alami yang dapat merusak kemasan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kelompok PKK Kecamatan Langkapura dapat meminimalkan kerugian stok akibat produk basi dan meningkatkan efisiensi biaya operasional.
Kegiatan ditutup dengan sesi demo penggunaan alat oleh Leni Rumiyanti dan diskusi strategi pemasaran digital. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan kemandirian ekonomi bagi Ibu-ibu PKK di Kecamatan Langkapura melalui produk pangan yang higienis, awet, dan profesional.
(Iman Prihartono)




















