JAKARTA – MUI mengecam aksi biduan di panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur.

Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengkritik keras hal tersebut.

“Apalagi dalam berjoget tersebut posisi pihak laki-laki dan perempuan yang menyanyi sangat tidak pantas dilihat oleh mata,” ujar Anwar

Menurutnya, bila spanduk peringatan Isra Mikraj dicopot ketika acara hiburan digelar, kemarahan masyarakat tak setinggi saat ini.

“Tapi karena simbol-simbol dari peringatan maulid tersebut masih ada maka perbuatan mereka terkesan telah melecehkan ajaran agama Islam,” tuturnya.

Sementara Waka Komisi VIII DPR Singgih Januratmoko menilai polemik ini bukan masalah sepele.

“Ini tidak boleh dipandang sebagai persoalan sepele atau sekadar kesalahpahaman teknis panitia,” kata Singgih.

Ia mengatakan peristiwa ini menyentuh persoalan yang lebih mendasar, yakni cara masyarakat menjaga kesakralan ajaran agama

Menurutnya, Isra Mikraj adalah peristiwa suci yang menegaskan kedudukan shalat, akhlak, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Peringatannya bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum edukasi spiritual bagi umat.

Ketua panitia Isra Mikraj Desa Parangharjo, Hadiyanto, mengatakan, aksi itu dilakukan setelah acara inti selesai.

“Memang ada biduan. Tapi digelar setelah acara usai dan seluruh undangan serta kiai sudah tidak ada di tempat,” ujar Hadiyanto. (detik)