BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah sebagai momentum spiritual dalam memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, serta solidaritas sosial. Semangat gotong royong ini dinilai menjadi kunci utama dalam mendukung keberlanjutan pembangunan dan menjaga stabilitas ekonomi di Bumi Ruwa Jurai. ​Hal tersebut disampaikan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat melaksanakan ibadah salat Idul Adha 1447 Hijriah bersama jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, serta Ketua Umum (Ketum) MUI Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag dan lainnya, di Masjid Raya Al-Bakrie, pada Rabu (27/5/2026). 

​Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya memetik teladan mulia dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. 

“Dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Alaihissalam, kita mengambil pelajaran tentang arti pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan dalam menjalankan proses keimanan hingga melahirkan keberkahan dan kemuliaan,” ujarnya.

​Gubernur menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut harus diimplementasikan secara nyata guna menjaga persatuan dan mendorong kemajuan daerah. Sinergisitas yang kuat antara pemerintah dan masyarakat sejauh ini telah membuahkan hasil positif terhadap ketahanan ekonomi makro dan iklim keamanan yang kondusif di Provinsi Lampung.

​Terkait program kerja daerah, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan mendasar masyarakat, meliputi sektor infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan optimal, serta penguatan sektor pertanian.

​Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Lampung turut menyampaikan rasa syukur atas perhatian Pemerintah Pusat. Pada hari raya kurban tahun ini, Provinsi Lampung menerima bantuan kemasyarakatan berupa 16 ekor sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dialokasikan secara merata untuk 15 kabupaten/kota dan Provinsi. Bantuan ini diharapkan mampu mempererat kebersamaan dan membawa maslahat bagi masyarakat luas.

​​Sementara itu, Ketum MUI Provinsi Lampung, Moh. Mukri, saat mengisi khutbah Shalat Idul Adha di Masjid Al-Bakrie mengajak umat muslim senantiasa berkomitmen meningkatkan ketakwaan kepada Allah, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sebab, dengan takwa yang kuat, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi. Selain itu, Allah akan senantiasa memberikan rezeki dan nikmat dari arah yang tidak kita sangka-sangka.

Menurut Mukri, rasa syukur dan ketakwaan menemukan momentumnya di Bulan Dzulhijjah. Tepatnya Hari Raya Idul Adha. Dimana terdapat satu ibadah mulia yang hanya bisa dilaksanakan pada waktu ini dan merupakan ekspresi wujud syukur dan takwa. Ibadah itu adalah ibadah kurban sebagai simbol ketakwaan, keikhlasan, dan kepatuhan kepada Allah SWT.

Dijelaskan Mukri, penyembelihan hewan kurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan. Tetapi mengandung hikmah yang sangat besar. Kurban mengajarkan arti pengorbanan, keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama.

Setelah disembelih, daging kurban tidak hanya dinikmati oleh orang-orang yang mampu. Tetapi juga dibagikan kepada fakir miskin, kaum dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan. Dari sinilah Islam mengajarkan kebahagiaan sejati bukan hanya saat menerima. Tetapi juga ketika kita mampu memberi manfaat kepada orang lain dan menjadi bagian dari terselenggaranya kebaikan.

Ibadah kurban menurutnya mengajarkan pentingnya keseimbangan antara kesalehan individual dan kesalehan sosial. Jangan sampai kita rajin beribadah secara pribadi, tetapi abai terhadap penderitaan masyarakat di sekitar. Jangan sampai masjid ramai dipenuhi jamaah, tetapi tetangga di sekitar masih kelaparan dan kesusahan. Islam bukan hanya agama ritual, tetapi juga agama kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Karena itu Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan hubungan baik dengan Allah, tetapi juga hubungan baik dengan manusia. Orang yang paling mulia bukan hanya yang rajin beribadah, tetapi yang mampu menjaga lisan, membantu sesama, dan memberikan rasa aman dan memberi manfaat bagi lingkungannya.

Pesan penting dari ibadah kurban juga harus menjadi renungan bagi para pemimpin. Kita semua adalah pemimpin. Setiap pemimpin, sekecil apa pun amanah yang diemban, akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Jabatan bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah besar yang kelak dipertanyakan.

Pemimpin hendaknya menjadikan amanah kekuasaannya sebagai jalan menghadirkan kemaslahatan, keadilan, dan kesejahteraan bagi masyarakat yang dipimpinnya. Jangan sampai kepemimpinan hanya digunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok, sementara rakyat yang dipimpin justru menderita. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki kepedulian sosial, dekat dengan rakyat, mendengar keluhan masyarakat, serta mampu menjadi teladan dalam kejujuran, pengorbanan, dan pelayanan. Sebab sejatinya pemimpin adalah pelayan bagi umat, bukan orang yang harus selalu dilayani.

Semangat kurban mengajarkan bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang, maka semakin besar pula pengorbanan yang harus diberikan untuk kepentingan orang banyak.

“Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang dicintai Allah karena kebaikan dan manfaat yang kita berikan ke sesama. Mari jadikan Hari Raya penyembelihan hewan kurban sebagai momentum menyembelih kesombongan, mengikis ketidakpedulian, dan menjadikan kita saleh individual dan juga saleh sosial. Amiin,” ajaknya.

Ibadah salat Idul Adha di Masjid Raya Al-Bakrie ini senditi berlangsung dengan khidmat dan turut dihadiri oleh Sekdaprov Lampung, kepala instansi vertikal, jajaran pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, pengurus MUI Lampung, serta ribuan masyarakat. 

Usai melaksanakan salat Idul adha 1447 Hijriah, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal secara simbolis menyerahkan bantuan kemasyarakatan hewan kurban berupa satu ekor sapi dari Presiden Republik Indonesia.

Sapi kurban bantuan Presiden tersebut memiliki bobot yang cukup besar, yakni mencapai 1 ton 150 kilogram, dan diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak di sekitar kawasan Masjid Raya Al-Bakrie.

“Saya mewakili, menyerahkan sapi (bantuan) presiden untuk diserahkan kepada Masjid Al-Bakrie untuk dikorbankan, lalu disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Gubernur. (rls)