BANDARLAMPUNG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, menghimbau umat Islam dan umat Hindu untuk saling hormat-menghormati dan meningkatkan rasa toleransi. Ini terkait pelaksanaan dalam menyambut hari Raya bagi kedua umat beragama, yang waktunya ternyata saling berdekatan.
Dimana umat Hindu akan merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada hari Kamis, 19 Maret 2026. Sementara umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada hari Jumat-Sabtu, 20-21 Maret 2026.
“Untuk itu saya mengharapkan adanya dua perayaan hari besar tahun ini, yakni Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu, dan Hari Raya Idul Fitri bagi umat Islam yang waktunya saling berdekatan, dapat dijadikan momentum untuk saling menjaga dan meningkatkan rasa toleransi dan saling menghormati antar umat beragama,” ujar Ketua MUI Lampung, Prof. Dr. H. Moh. Mukri, M.Ag, Rabu, 18 Maret 2026.
Menurut Prof. Moh. Mukri, kedua umat beragama mempunyai ritual ibadah dan budaya masing-masing. Misalnya pada umat Hindu yang lebih mengedepankan suasana hening dan ketenangan dalam merayakan Hari Raya Nyepi.
Disisi lain, bagi umat Islam, sudah sangat terbiasa dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan suasana takbiran. Ini sebagai wujud rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh.
“Karenanya sekali lagi sangat penting, untuk mengedepankan rasa toleransi, saling menghargai dan menghormati. Caranya dengan memberikan ruang dan kesempatan, sehingga tidak mengganggu prosesi ibadah masing-masing. Sehingga suasana kenyamanan dan kondusifitas dapat terus terjaga dan terpelihara,” pungkasnya. (red)




















