SUMSEL – Kepolisan telah mengidentifikasi identitas korban yang meninggal dunia dan yang juga selamat dalam peristiwa bus ALS terbakar di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya mengungkap korban yang meninggal dunia sebanyak 10 orang, yakni:

1. Aryanto (49), sopir truk tangki PT Sleraya, warga Jalan kenangga Sei Nalang, Linggau Utara 2, Kota Lubuklinggau, meninggal dunia kondisi terbakar dalam mobil.

2. Martono (48), petani penumpang truk tangki, warga Dusun 3, Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Muratara, meninggal dunia kondisi terbakar dalam mobil.

3. Alif (44), sopir bus ALS warga Jawa Tengah, meninggal dunia kondisi terbakar.

4. Saf (50), kernet bus ALS warga Medan, Sumatera Utara.

5. Maleh (42), kernet bus ALS warga Medan, Sumut.

6. Relodo, penumpang Bus ALS.

7. Zulkifli, penumpang Bus ALS.

8. Aldi Sulistiawan, penumpang Bus ALS.

9. Rani, penumpang Bus ALS, istri Aldi Sulistiawan.

10. Bela, penumpang Bus ALS, anak dari Aldi Sulistiawan dan Rani.

Sementara korban selamat berjumlah 4 orang. Ada 3 orang mengalami luka ringan dan 1 orang luka berat, di antaranya:

1. Jumiatun (35), penumpang bus warga Pati, Jawa Tengah, mengalami luka bakar dirawat Di RSUD Rupit.

2. Ngadiono (44), penumpang bus warga Pati, Jawa Tengah (Jateng), mengalami luka bakar dirawat Di RSUD Rupit.

3. Muhammad Fairul Hubaidi (31), penumpang bus warga Tegal, Jawa Tengah, mengalami luka bakar dirawat Di RSUD Rupit.

4. M Fadli (29), kernet bus warga Km8 Siarang Arang, Kecamatan Ujut, Riau.

Sementara untuk korban lainnya akan dilakukan identifikasi lanjutan di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang dikarenakan peralatan di RS Lubuklinggau disebut kurang memadai untuk mengidentifikasi identitas para korban lainnya yang.

“Penumpang lainnya belum diketahui identitasnya masih dalam proses identifikasi,” katanya.

Adapun penyebab kecelakaan ini, sambungnya, diduga kuat terjadi karena bus ALS tersebut sebelum kejadian sempat menghindari jalan berlubang di sekitar TKP.

“Diduga kecelakaan tersebut terjadi karena supir bus ALS tersebut menghindari lubang dan hilang kendali sehingga masuk ke jalur kanan,” jelasnya.

Informasi lain menyebutkan, peristiwa bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. Ketika melintas di wilayah Kecamatan Karang Jaya, bus diduga mengalami gangguan yang ditandai dengan munculnya percikan api dari bagian kendaraan.

Untuk menghindari risiko yang lebih besar, sopir bus berusaha mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan. Namun, pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang truk tangki dengan kecepatan tinggi.

Benturan keras menyebabkan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah dan banyak penumpang terjebak di dalam kabin. (detik)