JAKARTA– Sejumlah pejabat di Lampung kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap penerimaan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

Mereka yang diperiksa antaralain adalah mantan Bupati Waykanan yang juga anggota DPR RI, Tamanuri dan Kadis Pendidikan Sulpakar.

Selain itu, KPK juga memanggil anggota DPR RI Utut Adianto.

“Hari ini pemeriksaan saksi tindak pidana suap oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya terkait penerimaan calon mahasiswa baru pada Universitas Lampung tahun 2022, untuk tersangka Karomani dkk,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).

Utut adalah anggota DPR dari Fraksi PDIP. Sedangkan Tamanuri merupakan anggota DPR dari Fraksi NasDem

Dia belum menjelaskan apa saja yang akan ditanyakan kepada dua anggota DPR tersebut. Selain Utut dan Tamanuri, KPK memanggil sejumlah saksi lain, yakni: Fatah Sulaiman selaku Rektor Untirta, Helmy Fitriawan selaku PNS, M Komaruddin selaku PNS, Nizamuddin selaku PNS.

Diketahui, KPK menetapkan Rektor Unila Karomani sebagai tersangka. Selain Karomani, KPK menetapkan Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryandi, Ketua Senat Unila Muhammad Basri, dan pihak swasta Andi Desfiandi.

Dalam OTT itu, KPK menyita uang tunai Rp 414,5 juta, slip setoran deposito dengan nilai Rp 800 juta, hingga kunci safe deposit box yang diduga berisi emas senilai Rp 1,4 miliar. Selain itu, KPK menyita kartu ATM dan buku tabungan berisi uang sebesar Rp1,8 miliar.

KPK menduga Karomani aktif terlibat dalam menentukan kelulusan calon mahasiswa baru dalam Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila). Karomani mematok harga bervariasi untuk meluluskan mahasiswa, dari Rp100 juta hingga Rp350 juta. (dtc)