LAMPUNG – Mantan Bupati Lampung Timur (Lamtim) Satono dikabarkan meninggal dunia. Terpidana kasus korupsi dana APBD Lamtim ini disebut wafat, Senin (12/7/2021) di Jakarta.

Satono dikabarkan meninggal di rumah putra tertuanya, Risano Awaluddin Wiryawan setelah menderita sakit selama 20 hari.

Satono menjabat Bupati Lamtim periode menjabat 2005-2010. Selanjutnya melalui jalur independen dan berpsangan dengan Erwin Arifin, Satono kembali terpilih untuk periode 2010-2015. Baru sekitar 1,5 tahun menjabat,

Satono tersandung kasus korupsi  anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Lamtim sejumlah Rp119 miliar dan divonis hakim 15 tahun penjara. Meskipun begitu, Satono belum pernah menjalani vonis tersebut karena buron hingga dikabarkan meninggal dunia.

Satono kabur setelah putusan MA yang memvonisnya menjadi terpidana 15 tahun dalam perkara korupsi APBD Kabupaten Lampung Timur senilai Rp 119 miliar. Ia menjadi buron atau DPO sejak tahun 2012.

Hingga berkali-kali ganti Kajati, Satono tak juga berhasil ditangkap. Hingga akhirnya warga Lampung dikabarkan dengan kematiannya Senin pagi tadi.

Mengutip lampost.co, Kakak tertua Satono, Rahmat Palal, mengatakan, semasa hidup Satono pernah berpesan jika meninggal dunia ingin dimakamkan di samping pusara orang tuanya di TPU Desa Tulus Rejo. Oleh sebab itu, putra dan keluarga membawa jenazah Satono ke Kecamatan Pekalongan, Lamtim.

“Sesuai dengan permintaan almarhum, jenaza dibawa dari Jakarta ke Desa Pekalongan untuk dimakamkan,” kata Rahmat.

Sebelum dimakamkan, kata dia, jenazah Satono akan disemayamkan di rumahnya.

“Setelah itu baru jenazah dimakamkan di TPU Desa Tulus Rejo, di samping pusara orang tua kami,” kata dia. (red)