Gelandangan dan Pengemis Mulai Menyerbu Kota

“Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun2010 tentang Larangan memberikan sumbangan kepada anjal dan gepeng,”

BANDARLAMPUNG – Setengah bulan menjelang Bulan Suci Ramadhan, sejumlah gelandangan dan pengemis (Gepeng) mulai ‘menyerbu’ memenuhi Kota Bandar Lampung. Mereka terlihat di pasar, lampu merah dan sejumlah tempat keramaian di kota ini.

Menurut keterangan warga, mereka yang datang merupakan wajahwajah baru. Entah berasal dari mana, para Gepeng ini sudah terlihat kasak kusuk sejak beberapa pekan terakhir ini.

“Saya juga nggak tahu datang dari mana. Tapi memang dia sudah beberapa hari ini terlihat mangkal di situ,” kata Darto, seorang pedagang koran yang berjualan di lampu merah Way halim.

Hingga kemarin, belum ada keterangan resmi dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandar Lampung terkait maraknya Gepeng. Namun Wakil Walikota Bandar Lampung, M Yusuf Kohar pernah meminta warga tidak memberikan sesuatu kepada anak jalanan (Anjal) dan Gepeng, karena memang sudah dilarang.

“Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun2010 tentang Larangan memberikan sumbangan kepada anjal dan gepeng,” katanya. Menurut dia, memberikan sesuatu kepada anjal dan gepeng, berarti menyuburkan anjal dan gepeng di jalanan. Sebab, maraknya anjal dan gepeng di Kota Bandar Lampung, karena individunya sendiri yang tidak mampu berkompetitif dalam mencari kehidupan yang layak.

Yusuf mengatakan, kesempatan kerja masih terbuka luas untuk menjalani hidup lebih baik lagi. Asalkan, kata dia, mampu bersaing dalam mencari kehidupan, bukan meminta di jalan.

Kata Yusuf, Dinas Sosial sudah seringmelakukan razia dan menangkap para pengemis ini dan kemudian memulangkan ke kampung asalnya. Namun, entah kenapa mereka merantau lagi ke kota dan kembali mengemis. (ilo)